News Update :
Powered by Blogger.

Forex News


Tutorial

Video Tutorial

Biografi

Quotes Sigit Purnomo

Arsip Kuis SupraFX

Belajar Teknik Perencanaan Keuangan Dalam Forex

Friday, September 21, 2018

ib instaforex indonesia

Belajar Teknik Perencanaan Keuangan Dalam Forex

Berbicara tentang forex, penting sekali untuk belajar perencanaan keuangan dalam forex. Forex memang sebuah bisnis yang menguntungkan, hanya untuk Anda yang mengerti bagaimana cara mengelola equity atau modal keuangan dengan baik, dan bagaimana sistem strategi trading dengan baik. Jika Anda tidak dapat menjalankan hal tersebut dengan baik, jangan harap keuntungan akan Anda dapatkan, jika salah mengambil posisi,dan salah dalam menggunakan lot atau modal yang dikeluarkan untuk trading, maka seluruh modal Anda akan hangus dalam waktu sekejap.

Mempelajari money management

Anda harus mengetahui bagaimana cara memanage keuangan dalam forex dengan baik, atau dalam istilah forexnya sendiri adalah money management. Jika saat ini Anda memiliki sejumlah uang dalam akun forex, maka langkah yang paling aman untuk melakukan transasi dalam forex adalah 10% dari total modal / equity yang Anda miliki. Dengan demikian jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti floating loss atau cut loss, maka beban untuk mengembalikan modal tidak akan terlalu besar. Bandingkan jika dalam 1 kali trading Anda menggunakan equity sebesar 25 hingga 50%, kemudian loss! Tentunya akan menjadi sebuah beban yang cukup berat untuk mengembalikan equity ke kondisi semula.

Dengan menggunakan equity yang hanya sebesar 10% dari total modal yang Anda lakukan, maka beban trading juga tidak akan besar, memang profit yang sebaiknya Anda ambil juga tidak perlu terlalu besar, cukup mendapatkan besaran yang sama dengan modal atau lot yang anda gunakan. Dengan demikian modal dan profit yang akan Anda dapatkan aman.

Anda harus belajar bagaimana cara mengetahui besar range pergerakan dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian maka Anda akan dapat menghitung berapa besar profit yang Anda inginkan. Akan tetapi jangan jadikan hal ini sebagai patokan atau acuan, bahwa Anda harus mendapatkan profir sebesar itu. Gunakan 10% dari kemampuan trading yang Anda miliki dengan demikian maka trading yang akan Anda lakukan akan selalu aman, equity yang Anda miliki aman, bahkan profit pun akan bertambah walaupun dengan cara perlaham.


Mempelajari risk management

Hal lainya yang harus Anda pelajari adalah risk management. Hal ini juga penting untuk Anda pelajari dalam forex. Ini adalah satu-catunya cara untuk dapat mengamankan bisnis yang sedang Anda kembangkan saat ini. Berbeda denan bisnis-bisnis lainnya yang cenderung sulit untuk dapat memanage resiko, bisnis forex ini Anda harus belajar bagaimana cara memanage resiko itu sendiri, agar resiko yang akan Anda dapatkan tidak terlalu besar. Ada beberapa teknik mengatasi resiko yang dapat Anda pelajari disini, seperti :


  • Cut loss
Cut loss adalah sebuah strategi yang harus Anda lakukan untuk menutup transaksi, guna menghindari kerugian yang lebih besar. Cut loss ini diambil ketika Anda mendapakan sejumlah kerugian, dan tidak ingin mendapatkan kerugian yang lebih besar lagi.

  • Switching
Switching ini dilakukan untuk mengganti kerugian dengan posisi yang baru, dengan harapan, dapat menutupi kerugian yang baru saja terjadi. Pada saat Anda hendak melakukan posisi switching, pastikan agar pergerakan harga pas dan titik entry yang dilakukan juga pas. Jangan mengambil posisi ketika sedang sideway atau pergerakan harga cenderung flat, maka kerugian yang akan didapat akan semakin besar.


  • Averaging
Teknik ini hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sudah lihai dalam trading dan juga mempuyai modal yang sangat besar. Dengan menahan kerugian dan bahkan mengambil posisi yang sama dengan sebelumnya, maka para trader berharap harga akan kembali ke posisi semula.

  • Hedging
Teknik yang terakhir adalah hedhig atau locking, ini adalah sebuah teknik mengunci posisi kerugian dengan posisi yang baru dan kebalikan dari posisi awal.

Dengan mengerti dan mempelajari perencanaan keuangan dalam forex dengan baik juga mempelajari strategi trading dengan baik, bukan tidak mungkin trading yang anda jalankan akan semakin baik.

Jago Trading Sulap $600 Jadi $100,000

Thursday, August 30, 2018

5 Tips Dari Trader Yang Sukses Sulap $600 Jadi $100,000

Kisah-kisah sukses para trader banyak beredar di internet, termasuk yang satu ini. Seorang trader full-time asal Sydney, Australia, bernama J Park, disoroti oleh media terkemuka MarketWatch berkat screenshot hasil tradingnya yang fantastis. 
Ia berhasil mengelola dana sebesar USD600 yang didepositkan pada Maret 2014 menjadi USD100,000 per Februari 2017. Luar biasa, bukan? Ini beberapa hal yang direkomendasikan J Park bagi para trader pemula, sebagaimana dikutip dari wawancaranya dengan Mike Bellafiore dari SMB Capital.

5 Tips Dari Trader Yang Sukses Sulap $600 Jadi $100,000
Grafik Profit/Loss Kumulatif Yang Di-posting J Park Di Akun Twitter-nya

1. Serap Pengetahuan Dari Berbagai Sumber
"Saya menghasilkan sejumlah uang dengan mudah (100% keberuntungan), menghanguskan beberapa akun trading, (kemudian) memulai lagi dengan akun $600 untuk ketiga kalinya dan baru-baru ini profit keseluruhannya melewati $100,000," kata Park, sambil menambahkan bahwa ia belajar dari beberapa mentor, "Saya belajar banyak dari banyak orang di Twitter."

2. Siap Bekerja Keras Melakukan Penelitian
"Saya bertrading atau setidaknya memantau pergerakan pasar dari pukul 9:30am hingga 4pm dan melakukan (penelitian) yang diperlukan di luar jam trading agar bisa memperbaiki hasil trading (meski mulanya saya bahkan tidak tahu bagaimana melakukannya)."

3. Pantang Menyerah
"Saya harus berurusan dengan rintangan-rintangan yang sama dengan trader kecil pada umumnya ketika memulai bertrading. Kurang petunjuk, akun kecil, komisi trading tinggi; apa saja masalahnya, saya mengalaminya," ujar Park,"Saya kira saya bisa sukses karena saya tidak menggunakan 'rintangan-rintangan' itu sebagai alasan mengapa saya mengalami kegagalan, serta terus memberdayakan waktu dan energi untuk berusaha mencapai sukses."

4. Bandingkan Diri Anda Dengan Orang Lain
"Saya mulai mem-posting Profit/Loss harian saya di Twitter pada pertengahan tahun 2016 sebagai suatu cara untuk secara objektif mendokumentasikan kemajuan saya dan berhubungan dengan para trader yang kemungkinan berada pada level yang sama," papar Park. "Saya kira ini telah sangat membantu kemajuan saya, dan saya ingin terus belajar dari trader-trader dari bermacam-macam level kemampuan."

5. Hindari Dua Kesalahan Utama Trader Pemula
Menurut J Park, ada dua masalah yang umumnya membayangi trader pemula:


  • Terlalu berfokus pada profit dan loss, tetapi tak cukup memperhatikan proses trading-nya.
    "Jika strategi Anda sudah menunjukkan ketangguhannya dari waktu ke waktu, satu-satunya yang perlu Anda perhatikan adalah eksekusi rencana yang konsisten, lalu profit/loss akan terurus dengan sendirinya."
  • Mengabaikan setup trading dan tidak menyesuaikannya dengan diri Anda.
    "Menurut hemat saya, mengadakan penjelasan-penjelasan tambahan untuk setup trading yang masuk akal bagi Anda, sekaligus juga kriteria untuk entry dan exit, adalah yang terpenting untuk membangun keyakinan diri pada aktivitas trading Anda."

Tips-tips ini kedengarannya sederhana, tetapi dua tema yang diulang-ulang adalah kesungguhan dan kerja keras. Tak ada orang bisa sukses trading mendadak ibarat kejatuhan durian di siang bolong dengan mengandalkan keberuntungan saja. [sumber:kaskus]

Semoga bermanfaat

Arti Sebuah Kesuksesan Bagi Trader

Thursday, August 9, 2018

ib instaforex indonesia, instaforex indonesia,

3 Fakta Menarik Tentang Arti Sebuah Kesuksesan

Tentu saja setiap orang ingin menjadi sosok yang sukses. Masalahnya, apakah Anda memahami apa arti kesuksesan yang sesungguhnya. Meski identik dengan harta dan tahta, ternyata setiap orang dapat sukses sesuai dengan definisinya masing-masing. Tanpa harta berlimpah, Anda masih bisa merasa sukses dengan mudah.

Ingat, kesuksesan dapat datang dengan bentuk yang bervariasi dan cenderung subjektif. Berikut tiga fakta mengejutkan tentang arti sebuah kesuksesan seperti dikutip dari Career Realism, Rabu (18/3/2015):

1. Kesuksesan merupakan hal yang subjektif
Kebanyakan orang sangat terobsesi dengan makna kesuksesan berdasarkan persepsi orang lain. Pada akhirnya, Anda tidak memiliki tujuan atau target sendiri yang menggambarkan kesuksesan pribadi.

Kesuksesan merupakan hal yang sangat subjektif. Definisi kesuksesan dapat berbeda antara satu orang dengan yang lain. Memiliki makna kesuksesan sendiri tak salah, itu hanya berarti Anda miliki tujuan dan mimpi yang berbeda dengan orang lain.

Anda dapat mendefinisikan arti sukses. Jangan pernah mencoba hidup dengan versi sukses orang lain. Anda tak akan pernah bahagia dan puas mengandalkan definisi sukses orang lain.

2. Jatuh bukan berarti gagal
Setiap orang pasti pernah merasakan gagal melakukan sesuatu. Tapi ingat, melakukan kesalahan bukan berarti Anda tak akan pernah mencapai sukses.

Jadikan kesalahan tersebut sebagai pembelajaran mencapai kesuksesan. Banyak orang meraih kesuksesannya karena belajar dari pengalaman dan terus mendorong dirinya untuk maju.

Mereka tidak pernah menyerah dan selalu berusaha mencapai kesuksesan.

3. Kesuksesan tergantung pada diri sendiri
Tak akan pernah ada orang yang bisa membuat Anda sukses, bahkan saat Anda memiliki orang kaya dan terkenal. Meski Anda mendapatkan gaji besar dengan pekerjaan hebat, belum tentu Anda merasa sukses.

Hanya diri Anda sendiri yang dapat menentukan arti kesuksesan pribadi dan bekerja keras berusaha mencapainya. Anda harus menjadi orang yang berusaha melalui berbagai proses demi kepuasan dan kesuksesan baik saat berkarir maupun berbisnis. [sumber]

Arti Sebuah Kesuksesan Bagi Trader


1. Kesuksesan bagi Trader merupakan hal yang subjektif

Dengan modal 200 usd, menjadikan keuntungan 30% perbulan itu adalah sukses. Profit 1000% sebulan, 100%, bahkan hanya 10% setiap bulanya itu juga sukses, semua sangat subjektif tergantung pandangan dan target masing-masing trader.

Yang terpenting adalah menjadikan profit keuntungan itu menjadi konsisten, berapapun targetnya tidak menjadi masalah.

Memenuhi target, profit dan konsisten,, maka inilah kesuksesan Trader.

2. Jatuh bukan berarti gagal

Trader sukses bukan dalam sehari, sebulan dua bulan,, bahkan tahunan. Ia menjadikan pengalaman adalah histori yang indah untuk introspeksi, selalu mengevaluasi kesalahan dan berusaha tidak jatuh ke lubang yang sama dua kali.

Jadikanlah pengalaman kegagalan untuk menguatkan mental, mengokohkan mindset. Modal dan Management Modal (MM) itu relatif yang penting bisa memanage dan kuat tahanannya dalam setiap Open Posisi (OP). Namun yang tidak bisa ditawar lagi adalah mindset, terkait psycology trading,, seperti halnya Sabar, tidak serakah atau tamak dan disiplin. Itu yang terpenting.

3. Kesuksesan tergantung pada Trader itu sendiri

Kesuksesan adalah perasaan kepuasan dalam diri seorang trader. Dengan terpenuhinya target penghasilan sekian-sekian Ia sudah puas, itulah kesuksesan. Ukuranya adalah Anda sendiri.

Namun diluar piramida trader itu ada sebuah lingkaran yang meliputinya, yaitu Spiritual Trader. Jika dari sisi Agama jika kita ingin menerima banyak kita pun harus memberi lebih banyak, hal ini dikenal dengan sedekah dll. Memantaskan diri dengan berbuat kebaikan-kebaikan, seperti halnya istiqomah beribadah dll.

Kesuksesan sejati harus diiringi dengan mendekat dan keridhoan Illahi.

Dan kita semua bisa sukses,, berusaha dan berdoa'a selalu.. aamiin.

Strategi forex 100% profit ala Trader TOP Indonesia

Wednesday, August 1, 2018

Strategi forex trading 100% profit

suprafx ib instaforex indonesia
Walaupun dikatakan Master Trader, tidak ada seorangpun di dunia ini yang tau secara pasti kemana arah harga bergerak akankah naik atau turun sebaik apapun analisanya. Jadi jika berbicara masalah analisa, tidak ada seorang pun yang dapat memberikan sebuah analisa yang 100% benar. Oleh karena itu kali ini saya tidak akan memfokuskan pada analisa, melainkan pada manajemen penggunaan lot. Berikut ini adalah langkah langkahnya:

1. Sediakan dana minimal $100, dibawah jumlah tersebut sangat beresiko untuk mengikuti strategi ini. Hal ini dimaksudkan agar margin anda dapat menahan floating nantinya.
2. Gunakan ketahanan 1000 pips, atau jika anda menggunakan dana $100 maka gunakanlah lot 0.01 (tidak boleh lebih). Apa bila anda menggunakan dana $1000 maka gunakanlah lot 0.1 (tidak boleh lebih), begitu seterusnya.
3. Setelah anda memenuhi persyaratan diatas, sekarang anda pasang indikator RSI (Relative Strenght Index) dengan settingan default. Indikator ini adalah indikator bawaan MT4, jadi anda tidak perlu susah susah untuk mendownloadnya lagi. Indikator ini digunakan untuk mengetahui titik jenuh harga, atau dengan kata lain bersiap siap untuk pembalikan arah.
4. Pasang dua buah indikator EMA (Exponential moving average), dengan periode 50 dan 20. Ini digunakan untuk mengidentifikasi trend yang sedang berlangsung.
5. Sangat disarankan untuk menggunakan pair USDJPY, EURUSD, dan GBPUSD. Pair yang lain tidak disarankan , dengan alasan ketiga pair ini memiliki gerakan yang stabil, spread relative lebih kecil, dan margin yang digunakan juga paling kecil jika dibandingkan dengan pair pair yang lain.
6. Jangan gunakan SL, dan lakukan OP yang kedua apabila harga mengalami floating minus 20 pips
7. Close jika semua OP sudah profit

Jika anda sudah siap dengan persyaratan diatas, kini saatnya memasuki “RULE OP”.

1. Buka TF H4 dan H1.
Perhatikan trend yang sedang terjadi. Apa bila harga berada dibawah EMA maka asumsi trend down, sedangkan apabila harga berada di atas EMA asumsi trend naik. 
2. Hanya boleh melakukan OP ketika trend H4 dan H1 berjalan searah.
3. Ketika harga di H4 dan H1 sudah searah, maka langkah selanjutnya kita membuka TF 15 untuk melihat oversold atau overbought harga. Untuk mengetahui hal ini kita menggunakan indikator RSI yang sebelumnya sudah anda pasang.
4. Jika RSI telah menunjukkan overbought/oversold, maka saat itu juga anda membuka posisi dengan lot yang sudah diperhitungkan sebelumnya.
5. JANGAN GUNAKAN SL, TAMBAHKAN OP YANG KEDUA JIKA SUDAH MINUS 20 PIPS

Berikut ini langkah langkah ketika saya membuka posisi.
Langkah 1.


Langkah 2.

Langkah 3.


Itulah sekilas tentang Strategi trading forex 100% profit. Saran saya sebelum melakukan metode ini yaitu mencoba nya terlebih dahulu di akun demo. Apabila anda sudah menguasai betul apa yang saya sampaikan, anda dapat mencobanya di akun real. [sumber]

NB: Pembahasan diatas sedikit banyak sudah mencakup teknik dan money managemen (MM), namun yang tak kalah pentingnya dipelajari dan diterapkan adalah Mindset/Psycology. Silahkan juga dipelajari tentang Mindset ini bisa Anda temukan di blog ini maupun googling atau video-video di youtube.

Strategi Trading – Banyak Jalan Menuju Profit

Tuesday, July 31, 2018

Setelah Anda melakukan analisis terhadap diri Anda dan memutuskan menjadi trader apakah Anda,setelah Anda belajar pentingnya memiliki probabilistic mindset ketika trading karena trading merupakan permainan peluang,dan setelah Anda mengetahui untuk menghasilkan uang dari market yang Anda butuhkan Adalah sistem trading dengan positive expectancy dan juga Anda telah belajar beberapa tipe-tipe sistem trading dengan positive expectancy,maka tiba saatnya kita belajar lebih dalam mengenai strategi/sistem trading yang akan kita gunakan untuk menghasilkan uang dari pasar.
Terlepas Anda seorang scalper,day trader, swing trader maupun position trader pendekatan/cara Anda untuk menghasilkan uang dari market atau pasar hanya ada 2 yaitu:
1.Trading with the trend / Trend Following
2.Trading against the trend / Reversal Trading
Dari masing-masing pendekatan tersebut dapat kita tentukan lagi masing-masing strategi/sistem tradingya dengan lebih spesifik.Dan akan kita bahas satu persatu dalam artikel ini.
Are you ready?
Okay. Let’s Rock!
1.Trading with the trend
Sebagai seorang trader mungkin Anda sering mendengar istilah “Trend is Your Friend”. Secara sederhana dapat diartikan bahwa lebih baik jika kita trading mengikuti trend utama yang lebih panjang  karena akan memperbesar peluang kita untuk memperoleh profit. Jika harga sedang uptrend maka kita mencari peluang untuk membeli. Demikian juga jika harga sedang downtrend maka sebaiknya kita menghindar dari pasar dan tidak trading untuk sementara waktu karena peluang untuk berhasil cukup kecil.
Mengetahui trend itu sangat penting karena memberikan petunjuk mengenai kondisi pasar saat itu.Harga umumnya bergerak menurut kecenderungan trend tertentu.
Bisa berupa uptrend (bullish),dimana harga memiliki kecenderungan untuk naik.Atau downtrend (bearish),dimana harga cenderung untuk terus turun.Selain itu harga juga bisa bergerak dalam kisaran sempit yang biasa disebut sideways.
Lantas bagaimana menentukan trend?
Cara yang paling umum untuk mengidentifikasi trend adalah dengan menggunakan indicator Moving Average.Untuk mengetahui trend besar biasanya menggunakan MA 200 (rata-rata pergerakan harga selama setahun terakhir).Jika harga berada diatas garis MA 200 maka dapat diambil kesimpulan bahwa harga sedang uptrend begitu juga jika harga dibawah garis MA 200 maka harga sedang dalam masa downtrend.
Cara lain untuk menentukan sebuah trend adalah berdasarkan Market Structure. Sebuah Uptrend terdiri dari beberapa Higher Highs dan Higher Lows sementara untuk Downtrend terdiri dari beberapa Lower Highs dan Lower Lows.
Ada dua teknik untuk menerapkan konsep Trading with The Trend yang keduanya sama-sama bisa menghasilkan profit dari pasar jika dilakukan dengan benar yaitu:
  1. Trading Breakout
Breakout adalah kondisi dimana harga berhasil menembus area resistance dan harga melanjutkan penguatan.
Jika Anda memutuskan untuk menggunakan strategi Trading Breakout,maka Anda dapat menggunakan Chart Patterns dan Candlestick Patterns untuk membuat sistem trading dengan lebih spesifik untuk menentukan kapan akan entry,posisi stop loss dan letak profit target.
Keunggulan Trading Breakout adalah:
  • Anda trading bersama momentum harga
  • Sebelum harga terbang,Anda dapat “menangkap” pergerakan harga dan Anda tidak ketinggalan trend
Kelemahan Trading Breakout adalah:
  • Anda akan sering mengalami yang namanya “false breakout” atau breakout palsu seolah-olah breakout padahal hanya “jebakan” saja
  • Menggunakan jarak stop loss yang cukup lebar
Chart Patterns yang dapat digunakan untuk Trading Breakout adalah chart patterns dengan pola berkelanjutan seperti: Pola Triangle (Ascending dan Symmetrical), Pola Pennant, Pola Flag, serta Pola Cup and Handle.
Sementara Candlestick Patterns dapat digunakan sebagai konfirmasi untuk entry.
Contoh sistem Trading Breakout dengan Flag Pattern:
  • Tentukan setup Flag Pattern.
  • Entry ketika ada konfirmasi berupa bull candlestick: One White Soldier
  • Menempatkan Stop Loss berada agak jauh dari titik entry agar tidak mudah tersentuh.
  • Membuat Target Profit minimal 2 kali jarak stop loss sehingga Risk to Reward Ratio menjadi 1:2.
Tampilan entry:

Tampilan exit:

Pola Flag di atas berhasil mencapai target profit. Apakah pasti akan selalu profit? Tentu saja tidak. Hanya saja jika menggunakan pola-pola berkelanjutan seperti contoh Flag Pattern di atas,peluang berhasilnya lebih besar.
  1. Trading Pullback / Retracement / Re-test
Pullback adalah kondisi dimana harga bergerak sementara melawan trend besar yang sedang terjadi. Pada saat uptrend maka pullback berarti harga mengalami penurunan sementara (koreksi) sebelum melanjutkan penguatan. Pada saat downtrend maka pullback berarti harga mengalami kenaikan sementara (rebound) sebelum melanjutkan penurunan.
Jika Anda memilih untuk menggunakan strategi Trading Pullback saat uptrend maka Anda akan memanfaatkan penurunan harga sementara untuk entry sebelum akhirnya harga melanjutkan penguatan. Untuk membuat sistem tradingnya (menentukan kapan entry dan exit) Anda dapat menggunakan indikator teknikal analisis atau bisa juga menggunakan area support dan resistance.
Keunggulan Trading Pullback adalah:
  • Lokasi entry yang cukup baik karena Anda masuk ketika harga sedang “istirahat” sebentar sebelum melanjutkan kenaikan. Harga saham tidak naik secara linear,tetapi mengalami fase naik dan turun.
  • Menggunakan jarak stop loss yang tidak terlalu lebar
Kelemahan Trading Pullback adalah:
  • Kemungkinan Anda akan “ketinggalan kereta”. Karena bisa saja harga naik terus dengan momentum yang kuat tanpa mengalami penurunan. Dan ketika Anda tetap menunggu,ternyata harga tak kunjung turun.
  • Trading melawan momentum. Artinya Anda entry ketika harga sedang mengalami “koreksi”,bisa saja koreksi yang terjadi merupakan bagian dari reversal trend.
Contoh sistem Trading Pullback dengan indikator Moving Average:
  • Harga harus berada di atas MA 50
  • Harga sedang mengalami koreksi dan memantul di MA 50
  • Entry ketika ada konfirmasi berupa bullish candlestick.
  • Menempatkan Stop Loss berada di bawah garis MA 50
  • Membuat Target Profit minimal 2 kali jarak stop loss sehingga Risk to Reward Ratio menjadi 1:2
Tampilan entry:

Tampilan exit:

Trading Pullback menggunakan indikator Moving Average juga mampu menghasilkan profit seperti contoh di atas.
2.Trading against the trend
Sebelum saya lanjut,saya ingin menekankan bahwa cara paling aman untuk trading adalah mengikuti trend (trade with the trend). Tetapi saya juga menyadari bahwa ada orang-orang yang tidak ingin melihat chart apa adanya. Akan selalu ada orang-orang yang jika melihat suatu chart memiliki pandangan lain dan “jauh ke depan sana”.
Jika sedang uptrend para trader ini akan selalu beranggapan bahwa pasar sudah mencapai puncaknya dan sebentar lagi akan terjadi crash.
Jika sedang downtrend para trader ini akan selalu beranggapan bahwa  pasar sudah mencapai dasar dan sebentar lagi akan pulih.
Banyak sekali trader yang berlomba-lomba untuk mampu menebak titik puncak atau titik dasar suatu trend (turning point). Tujuannya tidak lain tidak bukan biar diakui sebagai trader “handal” yang memiliki prediksi akurat.
Tapi buat apa membuang-buang waktu untuk menerk-nerka sesuatu yang tidak pasti? Untuk memberikan makan ego harus merasa selalu benar? Pekerjaan sia-sia.
Jika harga saat ini sedang uptrend maka lihatlah peluang untuk membeli.
Jika harga saat ini sedang downtrend maka lihatlah peluang untuk menjual.
Strategi trading against the trend yang ingin saya bagikan kepada Anda inipun tidak bertujuan untuk menentukan titik puncak atau titik dasar suatu trend agar Anda memperoleh keuntungan yang sangat maksimal.
Reversal trading yang saya maksud disini adalah menangkap harga di awal terbentuknya sebuah trend. Jadi kita tidak persis membeli saat dasar suatu trend dan juga tidak menjual pas saat dipuncak sebuah trend. Sekalipun kita menggunakan strategi reversal trading,kita tetap masuk “agak telat”.
Reversal trading dapat dilakukan dengan bantuan indikator maupun dengan chart pattern. Jika ingin menggunakan indikator teknikal analisis maka kita dapat menggunakan indikator MA dengan cara crossover system (perpotongan 2 buah garis MA).
Jika menggunakan chart patterns,kita dapat menggunakan reversal chart patterns yang sangat populer seperti Pola Head and shoulders,Pola Inverted Head and Shoulders,Pola Double Top dan Pola Double Bottom,Pola Triple Top dan Pola Triple Bottom.
Contoh sistem Reversal Trading dengan indikator Moving Average:
  • Entry ketika EMA 10 memotong EMA 50 ke atas (terjadi golden cross) dan ada konfirmasi dengan terbentuknya berupa bullish candlestick.
  • Exit Loss: Stop Loss diletakkan berada di bawah garis EMA 50
  • Membuat Target Profit minimal 2 kali jarak stop loss sehingga Risk to Reward Ratio menjadi 1:2
  • Exit Profit ketika EMA 10 memotong EMA 50 ke bawah (terjadi death cross) dan ada konfirmasi dengan terbentuknya berupa bearish candlestick.
Tampilan entry akan seperti ini (EMA 10 garis berwarna hitam dan EMA 50 garis berwarna biru):

Tampilan exit:

Contoh di atas menunjukkan bahwa strategi reversal trading dengan menggunakan indikator Moving Average (contoh diatas menggunakan Exponential Moving Average/EMA) juga mampu menghasilkan profit.
Tidak Ada Strategi Trading Terbaik
Lantas pendekatan manakah yang terbaik untuk menghasilkan uang dari pasar? Apakah strategi trading with the trend atau strategi trading against the trend? Manakah yang lebih baik strategi trading breakout atau strategi trading pullback?
Jawabannya TIDAK ADA.
Strategi trading yang satu tidak lebih baik dari strategi trading yang lain.
Yang harus Anda temukan adalah strategi mana yang paling cocok dengan kepribadian dan keyakinan Anda tentang pasar.
Setiap trader memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat ke mana market akan bergerak selanjutnya.Dari cara pandang tersebutlah kemudian masing-masing trader menciptakan strategi tradingnya sendiri untuk mendulang profit dari pasar.
Jika Anda masih bingung strategi apa yang paling cocok dengan kepribadian Anda,saya akan memberikan sedikit panduan untuk memudahkan Anda menentukan strategi trading mana yang akan Anda gunakan nantinya.
Coba perhatikan Index S&P 500 di bawah ini.

Setelah Anda melihat chart tersebut,menurut Anda kemanakah harga akan bergerak selanjutnya?
A.Harga akan terus bergerak naik seperti pada contoh ini

B.Harga akan mengalami koreksi sementara sebelum bergerak naik

C.Harga sudah berada dipuncak dan akan segera berbalik arah

Yang manakah Anda?
Jika Anda menjawab A maka kemungkinan Anda adalah tipe breakout trader. Karena Anda cukup optimis harga akan tetap melanjutkan penguatan. Maka sebaiknya Anda membuat  sistem trading breakout yang spesifik menggunakan chart patterns atau indikator analisis teknikal untuk menentukan kapan akan masuk,kapan akan keluar jika rugi,kapan keluar jika untung.
Jika Anda menjawab B maka kemungkinan Anda adalah tipe pullback trader. Anda cukup optimis harga akan tetap naik,tetapi Anda merasa perlu “istirahat” dulu dan mengalami penurunan sementara sebelum melanjutkan penguatan karena Anda percaya bahwa harga tidak bergerak secara linear ke atas tetapi mengalami fase naik turun seperti sebuah anak tangga. Maka sebaiknya Anda membuat  sistem trading pullback yang spesifik menggunakan chart patterns atau indikator analisis teknikal untuk menentukan kapan akan masuk,kapan akan keluar jika rugi,kapan keluar jika untung.
Jika Anda menjawab C maka kemungkinan Anda adalah tipe reversal trader. Anda merasa harga sudah naik terlalu tinggi dan Anda percaya harga akan segera berbalik arah Maka sebagai reversal trader Anda perlu membuat sistem trading reversal yang spesifik menggunakan chart patterns atau indikator analisis teknikal untuk menentukan kapan akan masuk,kapan akan keluar jika rugi,kapan keluar jika untung.
POSITIVE EXPECTANCY
Tidak peduli sistem trading mana yang akan Anda pilih,untuk menghasilkan uang dari pasar. Anda harus mengetahui dengan pasti bahwa sistem trading yang Anda gunakan tersebut terbukti mampu menghasilkan uang dari pasar di masa lalu. Anda harus memiliki PROVEN METHOD! Sistem trading Anda harus memiliki positive expectancy!
ITU HARUS! TIDAK BISA DITAWAR.
Dari mana Anda tahu bahwa sistem trading Anda memiliki positive expectancy dan merupakan proven method?
Itulah pentingnya melakukan pekerjaan rumah Anda dengan melakukan backtesting terhadap sistem trading yang Anda miliki.
Itulah pentingnya kerja keras dalam trading dengan melakukan research dengan mempelajari chart dan menguji data-data di masa lalu untuk mengetahui seberapa besar probabilitas (tingkat akurasi) yang dimiliki oleh sistem trading Anda tersebut.
Anda tidak boleh malas jika ingin berhasil sebagai trader.
KONSISTENSI
Katakanlah Anda sekarang sudah memiliki sistem trading proven method dengan positive expectancy, apakah Anda langsung kaya raya dari trading dengan menggunakan sistem trading tersebut?
Tentu saja tidak!
Trading bukan cara cepat untuk menjadi kaya!
Jika Anda ingin kaya dan memiliki banyak uang dari trading Anda harus konsisten menggunakan sistem trading tersebut dalam jangka panjang.
Konsisten disini artinya Anda tetap menggunakan sistem tersebut bahkan ketika Anda sedang mengalami masa-masa sulit seperti mengalami banyak kerugian beruntun. Anda tetap mampu fokus menggunakannya ketika Anda berada dalam periode drawdowns!
Jika setiap kali mengalami beberapa kerugian beruntun Anda gonta-ganti indikator,gonta-ganti sistem trading itu bukan konsistensi namanya. Jika Anda melakukan hal tersebut berarti Anda sedang terjebak dalam pencarian “Holy Grail” dalam trading.
Nah sekarang,apa kesimpulan yang bisa kita ambil dari artikel ini?
1.Anda cari tahu strategi mana yang cocok dengan kepribadian dan keyakinan Anda tentang pasar. Apakah Anda akan menggunakan strategi trading breakout,strategi trading pullback atau strategi trading reversal?
2.Setelah Anda menemukan mana strategi yang cocok bagi Anda,maka tugas Anda selanjutnya adalah membuat aturan secara sepesifik sistem trading yang akan Anda gunakan nantinya,kapan waktu membeli,kapan waktu menjual jika rugi dan kapan waktu menjual ketika untung.
3.Sistem trading yang telah Anda buat tersebut kemudian Anda backtesting dengan menggunakan chart dan data di masa lalu. Apakah sistem trading yang Anda buat tersebut mampu menghasilkan uang dari pasar atau tidak.
4.Setelah Anda mengetahui sistem trading tersebut memang mampu menghasilkan uang dari pasar di masa lalu,tiba saatnya bagi Anda untuk menjalankan sistem trading tersebut dengan disiplin dan konsisten apapun  yang terjadi pada market ketika kita trading.
Good Luck!
Enjoy the process and have good trading habits! [sumber]

Mengapa Persepsi Forex dimata Masyarakat SANGAT BURUK / NEGATIF..?

Monday, July 23, 2018

forex negatif, forex buruk,
"Forex itu Judi.."
"Forex itu Tipu-tipu.."
"Forex itu bisnis nggak jelas.."
"Forex Membuat jantung deg-degan, nggak bisa tidur, nggak bisa makan.."
"Forex membuat Stress banyak orang.."
....
Dan masih banyak lagi anggapan negatif lainnya mengenai Forex.. 


Sebenarnya nggak cuma Forex saja. Ada banyak hal2 lain yang mendapatkan persepsi negatif di mata masyarakat. Misalnya :


  • POLISI ( Suka disuap, Mata duitan )
  • DPR / Pejabat2 Negara ( tukang Korupsi, kerjanya cuma tidur ).

Padahal, Sesungguhnya di kepolisian, ada polisi yang baik, ada polisi yang nakal. Serta Pejabat Negara ada yang kinerjanya berprestasi. ( tapi banyak juga yg korupsi, disiarkan oleh media ) 

Segala sesuatu yang ada didunia ini sebenarnya NETRAL, Positif / Negatif hanyalah bagaimana cara pandang kita. Kalau berbicara sebuah bisnis, Di bisnis apapun, yang namanya orang jahat, penipu, orang yang gagal.. Pasti ada. 

Jadi bukan APA BISNISNYA, Tetapi Bagaimana Pelakunya menjalankan Bisnis itu.. INI YANG LEBIH PENTING. 

Forex itu Bisnis, SAMA SEPERTI BISNIS SEKTOR REAL... Butuh pembelajaran, proses, pengalaman, waktu untuk berkembang, komitmen dan Konsistensi.

Persepsi Negatif mengenai trading ini berasal dari orang-orang yang Gagal dan Rugi. Mungkin awalnya karena tergiur dengan potensi keuntungannya yang besar tanpa mau belajar seluk beluk bisnis ini dengan serius kemudian mengalami kegagalan. Mereka tidak mengakui kesalahan tetapi mencari pembelaan dengan menjelek-jelekkan Bisnis Forex ini.

Orang lain ( bukan pelaku ) yang mendengar kisah kegagalan mereka langsung ikut mempercayai dan mengiyakan bahwa Trading memang bisnis yang jelek, lalu muncul pendapat Trading itu Judilah, Trading bisnis Tipu-tipu, bisnis yang merugikan, dan beberapa pendapat negatif lainnya.

Maka anggapan negatif ini semakin lama semakin banyak beredar dan berkembang di masyarakat. Itulah Asal mulanya mengapa persespi trading forex dimata masyarakat begitu negatif. [kks]

Bangkit Setelah Kerugian Beruntun

Wednesday, July 4, 2018

Hampir semua trader pernah mengalami kerugian beruntun yang menyebabkan panik atau bahkan frustasi. Kerugian beruntun bisa terjadi setiap saat dan tidak terhindarkan. Banyak trader yang bertindak emosional setelah mengalami kerugian beruntun sehingga semakin memperbesar kerugian dan bisa berakibat fatal. Bagaimana kita seharusnya menyikapi kerugian beruntun dan bangkit lagi? Berikut penjelasannya.

Bangkit Setelah Kerugian Beruntun

1. Mengenali jenis kerugian
Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk bangkit dari kerugian beruntun adalah mengetahui jenis kerugian yang Anda alami. Pada dasarnya ada 2 jenis kerugian yang sering dialami trader yaitu jenis kerugian yang normal dan jenis kerugian akibat pengaruh emosi atau kerugian emosional. 

Kerugian normal adalah jenis kerugian yang secara statistik memang harus terjadi. Dalam hal ini pada setiap sistem trading selalu ada losing rate atau persentase kerugian setelah sekian kali trade meskipun Anda konsisten dan disiplin mengikuti rencana trading. Hal itu disebabkan karena tidak ada sistem trading yang winning rate atau persentase profitnya 100%. 

Jika setelah diuji (backtest) ternyata persentase profitnya 60% maka persentase kerugiannya adalah 40%, dan jika Anda menggunakan sistem trading tersebut maka kemungkinan Anda mengalami loss setelah sekian kali trade adalah 40%. Misal setelah 100 kali trade kemungkinan Anda akan mengalami kerugian sebanyak 40 kali, bisa kerugian yang sekali-kali atau kerugian beruntun, dan itu adalah kerugian normal yang secara statistik harus terjadi.

Kerugian akibat pengaruh emosi atau kerugian emosional biasanya disebabkan oleh over trading karena serakah (greed), euforia setelah profit besar atau rasa ingin `balas dendam` setelah kerugian beruntun. Euforia setelah profit membuat kita terlalu percaya diri atau over confidence sementara kerugian besar atau beruntun bisa membuat kita emosional dan entry berkali-kali untuk menebus kerugian yang telah kita alami. Disamping itu tindakan intervensi pada posisi yang telah kita buka sesuai rencana juga bisa menyebabkan kerugian, misal menggeser level stop loss karena takut tersentuh atau langsung cut loss secara manual sebelum menyentuh level stop loss.

Faktor emosi sering sangat mempengaruhi cara trading dan relatif sulit untuk dikendalikan terutama bagi trader pemula, oleh karenanya kita harus membuat rencana trading berdasarkan sistem yang telah teruji dan dilaksanakan dengan benar dan sabar tanpa keterlibatan emosi, dengan demikian kita bisa terhindar dari kebiasaan over trading dan intervensi posisi. Kerugian yang disebabkan oleh trade yang diluar rencana trading pasti kerugian akibat pengaruh emosi, dan kita harus bisa menghindari kerugian emosional atau kerugian yang tidak normal ini.


2. Mengetahui bahwa keberhasilan dalam trading diukur setelah suatu periode waktu tertentu, bukan dari sekali atau dua kali trade
Hal kedua untuk bisa bangkit dari kerugian beruntun adalah mengetahui bahwa sekali loss atau bahkan loss yang beruntun tidak signifikan bagi kinerja trading dalam jangka panjang selama loss tersebut normal dimana kita trading sesuai dengan rencana yang dibuat berdasarkan sistem trading yang telah teruji. 

Mungkin saja Anda mengalami kerugian sekian kali secara beruntun tetapi bukan berarti Anda harus panik atau frustasi yang bisa menjurus pada tindakan emosional dan mengakibatkan Anda trading diluar rencana. Tetap berpegang pada sistem trading dan disiplin menjalankan rencana yang telah dibuat, Anda akan melihat hasilnya seiring dengan bertambahnya jumlah trade yang Anda lakukan.

3. Mengetahui bahwa emosi yang negatif tidak akan membantu menghasilkan profit
Jika Anda jatuh ke dalam jebakan emosi negatif akibat kerugian normal yang beruntun maka hal tersebut tidak akan membantu Anda memperbaiki keadaan, bahkan trading Anda bisa lebih buruk jika Anda bertindak emosional. Trading forex memang menjanjikan keuntungan yang tidak terbatas, tetapi juga kerugian yang tak terbayangkan. Inilah alasannya kenapa banyak trader yang dengan cepat bisa terjebak dan dikuasai oleh emosinya. Dalam hal apapun reaksi yang hanya didasarkan pada emosi yang negatif akan cenderung berbahaya, apa lagi dalam trading. Emosi memang tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa dikendalikan.

Ingat bahwa sukses Anda dalam trading diukur setelah sekian kali trade dan dalam periode waktu yang panjang, bisa sekian bulan atau bahkan tahun, bukan hasil trading sehari atau seminggu. Jika sebelumnya Anda cenderung emosional, sekarang Anda harus konsisten pada sistem trading yang telah teruji dan disiplin dalam menjalankan rencana trading serta bisa menerima kerugian normal yang secara statistik memang harus terjadi. Kerugian normal adalah bagian dari permainan.

emoticon-Toast 

Sumber : www.learntotradethemarket.com : How to Bounce Back After a Losing Streak in the Market

Info SupraFX

Education

Quotes Tatang Sunarta

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex