News Update :
Powered by Blogger.

Forex News


Tutorial

Video Tutorial

Biografi

Quotes Sigit Purnomo

Arsip Kuis SupraFX

Teknikal : Cara Mengidentifikasi Price Pattern Dengan Mudah

Wednesday, November 8, 2017

Cara Mengidentifikasi Price Pattern Dengan Mudah

Price Pattern – Sudah banyak diketahui oleh para trader bahwa jenis chart pattern sangatlah banyak yang bisa digunakan dalam analisa teknikal trading forex. Tidak hanya bagi pemula, bahkan bagi trader yang sudah berpengalaman pun banyaknya price patter akan membuat pusing.
Sebenarnya Anda tidak harus pusing memahami dan manghapal bagaimana cara kerja semua price pattern. Memilih jenis chart patter yang biasa dijadikan dasar analisa teknikal saat akan menentukan sinyal trading nya akan lebih penting. Berikut adalah jenis price pattern yang biasa menjadi dasar pada analisa teknikal.
MENGENALI POLA PRICE PATTERN
Jika Anda membaca buku khusus mengenai price pattern Anda akan menemukan banyak sekali pola. Tapi tenang saja! Anda tidak perlu khawatir kerepotan saat akan mempelajari nya, karena ada cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk mengenali pola tersebut.
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengenali sinyal price patter secara umum. Terdapat 2 kategori yang bisa Anda ingat yaitu penerus dan pembalik. Penerus atau continuation adalah sinyal yang biasanya akan menunjukan pergerakan hal yang merupakan kelanjutan dari trend sebelumnya, sementara untuk reversal atau pembalik adalah tanda akan berakhirnya suatu trend dan price dan kemudian akan berganti arah.
1. Price patter berdasarkan sinyal penerusan
Berikut adalah beberapa price pattern yang akan menandai sinyal penerusan trend:
  • Ascending triangle
Jika Anda mengetahui symmetrical triangle maka pada dasarnya akan mirip dan tidak jauh beda dengan ascending triangle saat melakukan analisanya. Perbedaan dari keduanya hanya pola dan juga bentuk. Ascending triangle adalah continuation patter yang akan muncul pada kondisi uptrend. Kemunculan pola ini adalah tanda yang menggambarkan adanya penekanan bullis yang semakin bearish.
Sama halnya dengan symmetrical triangle, pola ini juga harus mempunyai minimal 4 reversal. Gambar yang ditunjukkan tersebut menggambarkan bahwa ascending triangle yang mempunyai 6 rerversal. Pemberitahuan dari pola diatas adalah tembus nya upper line dan berpotensi untuk pergerakan bullish mengikutinya. Cara menentukan perkiraan target harga nya pun mirip, bedanya pada baseline yang tidak berpatokan dengan titik ke-1 tapi pada titik ke-2.
Price Pattern
Walaupun ascending triangle masuk dalam continuation pattern namun pola ini juga bisa masuk dalam reversal patter jika terjadi saat downtrend. Saat kondisi itulah tembus nya upper line adalah pemberitahuan yang menyatakan bahwa ascending triangle merupakan reversal.
  • Descending triangle
Selanjutnya adalah decanding triangle yang merupakan kebalikan dari ascending triangle. Jadi jika ascending triangle merupakan pola bullis maka descending triangle merupakan pola bearish. Descending triangle juga adalah continuation yang biasanya akan muncul saat sedang down trend.
Price Pattern
Descanding triangle juga biasanya dapat berubah menjadi pola reversal yang akan muncul ketika sedang uptrend dan namanya akan mengalami pergantian menjadi descanding triangle top.
  • Flag dan pennant
Sinyal selanjutnya adalah flag dan pennat. Kedua price pattern ini mempunyai kemiripan karena sama sama terdapat tiang. Bedanya adalah jika flag tidak terbentuk karena high dan low nya harga yang akan semakin dekat, sedangkan pennat akan menggambarkan kondisi tersebut dengan ujung yang semakin meruncing.
Flag dan pennant juga akan sama sama memberikan tanda penerusan jika ternyata harga sudah di koreksi. Tiang bendera yang ada di bawah flag dan pennant adalah trend utamanya, sedangkan bagian koreksi harga akan digambarkan oleh bendera.
2. Price pattern berdasarkan sinyal pembalik
Selanjutnya adalah price pattern yang masuk dalam sinyal pembalik dan cenderung akan lebih kompleks karena pergerakan harganya akan lebih banyak saat menyelesaikan formasi nya. Berikut adalah price pattern yang masuk dalam sinyal pembalik.
  • Head and shoulder
Head and soulder mempunyai 3 puncak harga dengan bagian tengah lebih menonjol. Jenis price pattern ini memang mirip dengan pundak. Probablitis yang dihasilkan oleh jenis price pattern head and shoulder juga lebih tinggi dan sering terlihat seperti ada di puncak uptrend ketika sedang menyelesaikan relinya.
Price Pattern
Anda bisa melihat pada gambar, right shoulder merupakan titik buyer gagal yang mendorong harga sampai pada level tinggi sebelumnya, kemudian menjadi konfirmasi isyarat bahwa lemahnya momentum tersebut. Apabila head and shoulder sudah selesai maka Anda bisa menunggu sampai harganya turun dan melintasi neckline. Sementara pada bullish reversal biasanya price pattern yang akan berlaku adalah inverted head and shoulder dengan pengertian yang sama namun posisi yang terbalik.
  • Top dan buttom
Pola ini mempunyai kemiripan dengan price pattern sebelumnya, karena memiliki beberapa puncak harga. Perbedaan nya adalah puncak harga yang ada pada pola top akan tampil dengan tinggi yang sama sehingga tidak ada puncak yang akan lebih menonjol seperti head and shoulder.
Pada pola ini terdapat 2 puncak dan juga 3 puncak yang bisa di artikan sebagai bagian dari penanda reversa. Double top atau 2 puncak akan terbentuk ketika harga sudah mencapai level tinggi namun akan mengalami koreksi sehingga akan kembali pada level sebelumnya. Hanya saja karena adanya sentiment pasar yang tidak kuat untuk menekan harga lebih naik maka harga malah akan kembali menurut. Triple top atau 3 puncak juga pada praktek nya sama dengan double top, harga akan naik dan juga gagal saat akan menembus level tertinggi setelah mengalami koreksi sebanyak 2 kali.
Price patter top terjadi pada puncak uptrend dan juga menyatakan bearish reversal. Sementara pola bottom menandakan sinyal bullis reversal karena menjadi salah satu tanda seller mengalami kegagalan untuk mendorong harga turun.
PRICE PATTERN YANG MENANDAKAN BREAKOUT
Sebelumnya pada price pattern penerus telah disinggung mengenai symmetrical triangle. Price pattern jenis symmetrical triangle merupakan pola chart yang harus diwaspadai sebab pada pola harga ini sangat tidak dapat dipastikan karena dapat melanjutkan atau malah menjauhi trend.
Mengapa sulit untuk dipastikan? Karena symmetrical triangle biasanya akan terbentuk akibat dari high dan low harga yang akan semakin meruncing. Pada saat itulah kekuatan buyer akan terus mengalami penurunan. Namun setelah harga mulai bergerak dan akan menembus pola segitiga simetris maka akan mengakibatkan breakout dengan pergerakan yang cukup kencang.
BAGAIMANA CARA MENGENALI PRICE PATTERN DENGAN MUDAH?
Price pattern adalah salah satu metode analisa yang sangat bisa diandalkan karena secara langsung akan memberikan gambaran pada keadaan pasar. Pertarungan buyer dan seller akan bisa Anda lihat jelas pada pola pergerakan harganya. Sebenarnya untuk bisa membaca kondisi pasar juga Anda tidak perlu mengandalkan bantuan indikator dengan sifat lagging.
Namun jika memang Anda adalah seorang pemula dan cukup kesulitan untuk bisa mengenali price pattern, Anda bisa menggunakan bantuan sebuah alat teknikal untuk bisa memperjelas pola harga yang ada pada chart. Anda bisa memperjelas objek analisa seperti garis vertrikal, horizontan atau trendline yang bisa di manfaatkan untuk mengidentifikasi price pattern. [sumber]

PENTINGNYA ANALISA TEKHNIKAL SEBELUM OPEN POSISI?

Friday, October 20, 2017

MENGAPA ANALISA TEKHNIKAL PENTING SEBELUM OPEN POSISI?


ib instaforex indonesia
Mungkin sebagian trader memahami betapa pentingnya analisa tekhnikal sebelum melakukan order posisi, sementara yang lain belum memahami. Okay, untuk dipahami dulu bahwa Analisa teknikal merupakan metode estimasi mengenai pergerakan suatu harga dengan melihat dari data historis harga yang terjadi di pasar. Nah, Data harga ialah jenis suatu data yang banyak digunakan di dalam mengolah analisa forex maupun analisa pasar saham, meskipun ada beberapa macam data lainnya yang digunakan juga di dalam memproses analisa seperti volume dan juga open interest di dalam kontrak futures.

Hhhmm.. Ya, kalau bicara teori ya mumet. Memang nggak perlu dihapalkan juga, tapi minimal trader harus ngerti.

Tapi yang penting Ada 5 komponen pada analisa teknikal yang dapat membentuk grafik dari pergerakan harga.

Lima komponen tersebut antara lain : harga pembukaan (open), harga tertinggi (High), harga terendah (Low), dan juga volume transaksi (V). kelima komponen tersebut disingkat menjadi OHLCV. Dari OHLCV itu lalu dipakai metode matematika serta statistik yang lalu menciptakan indicator-indikator pada analisa teknikal modern.

Indicator analisa teknikal modern terbagi menjadi beberapa indikator. Antara lain trend following indicator. Seperti moving average, MACD, parabolic SAR, dan lain-lain. Yang kedua adalah momentum indicator. Yang termasuk ke dalam kategori ini antara lain Stochastic, William %R, RSI dan lain-lain. Volume indicator terdiri dari OBV (On Balance Volume), OSCV (Volume Osciilator), dan lain-lain. Yang terakhir pada analisa teknikal modern adalah volatility indicator, terdiri dari Bollinger Band, Keltner Band, dan lain sebagainya.

Nah, Anda harus belajar indikator-indikator ini, minimal ya harus pernah baca, jadi tahu dia seperti apa, fungsinya apa, digunakan untuk apa, pada saat market seperti apa...

Kalau Anda belum pernah trading, belum pernah buka chart... ya nggak paham.. memang harus dipraktekkan. Ilmu forex itu ilmu penerapan. Jadi ya harus banyak praktek penerapan.

Okay,
Misal kita belajar dari hal sederhana saja:
#Pilihlah Time Frame H1 untuk Anda yang menginginkan trading harian. Ingat, dalam setiap hari hanya ada 3 macam pergerakan harga :
  •     Trend NAIK
  •     Trend TURUN
  •     SIDEWAYS ( bergelombang)…ITU PASTI!
#Lihatlah sekarang pada H1 pergerakan harga ( grafik ) hari kemarin dan hari ini. Ingat bahwa pergerakan harga dari hari ke hari selalu berkaitan. Misal : Harga pembukaan pasar hari kemarin = harga paling rendah hari berikutnya = harga pembukaan hari ini. Misal : Harga tertinggi sampai hari ini = penutupan harga kemarin = pembukaan harga 3 hari yang lalu dan lain-lain.

Dengan begitu setidaknya kita bisa mendapatkan analisa apakah hari ini akan terjadi trend atau sideways saja. Itulah Pentingnya Analisa Teknikal Sebelum Open Posisi, hal ini memudahkan kita untuk mengetahui gambaran pergerakan harga yang akan terjadi.

Inti dari pergerakan harga adalah : Jika diprediksi harga (grafik) akan naik maka anda order BUY. Jika diprediksi harga (grafik) akan turun maka anda order SELL.

Namun yang jadi masalah  adalah bagaimana kita akan mengetahui kapan harga akan naik (BUY) dan kapan harga akan turun (SELL) ?

Nah ini, yang perlu bantuan.. bagi pemula. Misal bantuan indikator.. pilih indikator yang bisa membantu: Minimal ada indikator trend dan momentum. Terserah, mau coba yang mana... yang penting Anda tahu fungsi dan gunanya.. Ilmu yang sesungguhnya yang akan Anda dapatkan ya ketika dipraktekkan Anda sendiri. Pada saat running di chart, amati dan pelajari....

Atau bagi yang hanya menggunakan candlestic sebagai  analisa, ya yang penting ilmunya dulu Anda dapatkan, trading itu tidak mudah pada menjalankan prosesnya... Kita harus sabar, untuk menemukan inti dari trading dan akhirnya membuahkan profit... Kuncinya sabar. Jika Anda bukan orang penyabar, nggak mau belajar, eman-eman duitnya untuk beli buku Menjadi Trader Sakti dan The Psychologian Trader ....  Yah, silahkan coba saja rasanya trading dengan keterbatasan ilmu, yang penting yakin... dan sebagainya, Anda akan tahu sendirilah, betapa penting semua itu...

Kembali dengan pertanyaan mengapa analisa tekhnikal penting sebelum open posisi? jawabannya menurut saya yang simple: Ya, agar open posisi atau transaksi kita nggak sembarangan, nggak ngawur... biar didasarkan pada satu sistem aturan yang jelas, sistem yang sudah teruji profit lebih banyak peluangnya daripada kerugiannya. Kalau nggak sembarangan artinya, transaksi kita menjadi berkualitas. Kalau transaksi berkualitas, maka tentu trader yang menjalankan berarti seorang trader yang memiliki karakter trader, Kalau karakter trader berkualitas,, maka hasilnya pun profit yang berkualitas.

Titik! [ sumber ]

Sebenarnya pertanyaan terbesar di forex ini adalah kapan saat yang tepat kita Open Posisi, dan juga kapan kita BUY atau SELL dan kapan kita CLOSE. Itu semua ada dua analisa utama, yakni analisa fundamental dan analisa teknikal. Disinilah pentingnya analisa teknikal dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan besar tersebut.
Mari kita terus belajar dan menjadi pahlawan devisa dolar, jangan mau uang kita dikuras ke luar,, melainkan kita yang harus menyedot dolar dan menguras dari sumbernya kalao bisa,, hhh.


Salam sukses dan profit selalu, www.suprafx.com

Bagi Trader Pemula Bisa Disimak 2 Mindset Trading ini.

Wednesday, October 18, 2017

2 Mindset Pemula Tentang Trading

Mindset merupakan salah satu hal yang penting yang dapat mempengaruhi kita dalam melakukan suatu tindakan dikemudian hari. Apabila mindset kita positif biasanya kita akan melakukan sesuatu yang positif dan menghasilkan sesuatu yang positif sedangkan apabila mindset kita negatif biasanya akan berakibat terhadap segala hal yang akan kita lakukan dan hasilnya biasanya akan negatif juga. Begitupun, dalam trading forex, bukan hanya mindset negatif yang akan menyebabkan kegagalan, tetapi harapan yang terlalu tinggi dan berlebihan juga akan berakibat fatal. Pada artikel ini, penulis akan membahas 2 mindset berbahaya yang pada umumnya ada pada diri seorang trader dan berpotensi dapat menghancurkan account tradingnya. Anda sebaiknya harus berusaha menjauhi mindset berikut ini jika anda ingin tetap eksis dalam bertrading forex.

1. Mindset “ Berharap Berlebihan Terhadap Trading Forex “

Pernahkah anda berpikiran seperti subjudul diatas. Sebagai penulis, jujur sayapun pernah berpikiran seperti diatas. Jika anda berpikir bahwa trading forex adalah satu-satunya jalan untuk meraih kesuksesan dalam hidup, biasanya hal ini akan menjadi duri dalam jerami yang akan mengakibatkan kegagalan dalam bertrading. Menurut penulis, menjadi hal yang keliru apabila seorang trader sangat berharap mendapatkan kesuksesan finansial dari hasil trading. Kenapa penulis berpikir demikian? Karena penulis berpikir, apabila menanamkan mindset tersebut cenderung akan memaksakan profit pada setiap transaksi yang dilakukannya.

Dari fakta yang berkembang di masyarakat, hampir mustahil seorang trader akan benar-benar sukses selama ia tidak mempunyai keinginan yang kuat untuk selalu belajar secara maksimal dan selalu mengantisipasi pergerakan harga pasar. Trader yang menghilangkan mindset diatas, tidak merasa terbebani untuk selalu memperoleh keuntungan, dan menanamkan sikap santai dalam bertrading, biasanya akan dapat melihat pasar dengan kacamata yang lebih obyektif dan tidak akan selalu memaksakan diri untuk masuk ke dalam pasar.

Jika anda memiliki mindset “Berharap Berlebihan Terhadap Trading Forex “, anda harus berusaha untuk menghilangkan mindset tersebut sehingga anda akan terhindar dari perilaku tangan gatel untuk masuk ke pasar dan anda pasti dengan tidak telalu fokus pada hasil trading yang akan anda peroleh. Anda tidak perlu takut kehilangan moment untuk mendapatkan keuntungan karena pasar tersedia 24 jam selama 5 hari dan banyak kesempatan yang akan dapatkan apabila anda melewatkan kesempatan. Kesempatan trading untuk profit selalu ada asalkan anda bisa trading secara obyektif dan tidak memaksakan profit yang berlebihan.

2. Mindset ’’Trading hari ini saya harus profit’’

Mindset seperti ini selalu timbul pada trader pemula. Trader pemula biasanya selalu mengharapkan hasil trading yang maksimal dari setiap posisi yang telah ia pasang di pasar tanpa memperdulikan kenyataan bahwa sangatlah sulit mengharapkan hasil yang pasti dari setiap trading yang kita lakukan. Hal itu disebabkan karena dalam trading, walaupun anda memiliki sistem trading yang paling hebatpun, tidak akan pasti dapat menghasilkan keuntungan 100%. Pasti kadang anda akan sesekali mendapatkan kerugian dan sesekali mendapatkan profit.

Anda hanya akan mengetahui hasil akhir trading anda setelah anda melakukan trading dalam beberapa periode waktu tertentu. Anda harus selalu fokus dengan sistem trading yang anda miliki dan anda bisa mengevaluasinya setelah melalui beberapa periode. Janganlah berpikiran selalu jelek mengenai kerugian, karena kerugian pasti tidak bisa dihindarkan. Apabila hasil kerugian anda lebih sedikit dari hasil keuntungan anda, itu sudah dapat dikatakan anda memperoleh sebuah keuntungan.

Jika anda selalu berfokus pada mindset ’’trade hari ini saya harus profit’’, maka anda tidak akan mengetahui keefektifan trading sistem yang anda gunakan karena perlu periode waktu trading tertentu untuk dapat mengujinya. Ubahlah mindset anda menjadi fokus pada strategi dan sistem trading yang anda gunakan. Jika tidak sesuai dari yang anda harapkan, evaluasilah sistem trading anda. Diperlukan kedisiplinan dan konsistensi dalam anda menguji sistem trading anda. [sumber]

Trading Forex dengan Trik Aman, Strategi Hedging.

Thursday, October 12, 2017


Siapa Lagi yang Mau Profit Besar dengan Strategi Hedging Setiap Hari?


Ya, jelas semua Trader mau.

Lalu bagaimana cara menerapkan Strategi Hedging pada trading forex?

Sebagian broker mengijinkan para tradernya melakukan Strategi Hedging. Strategi ini adalah membuka posisi buy dan sell secara bersamaan ketika OP

Hedging itu sebenarnya sama saja dengan tidak trading. Kita tidak akan pernah profit maupun dirugikan sedikitpun dari trik ini.

Owh sialan. Lalu apa gunanya trik ini?

Trik ini sebenarnya memiliki fungsi untuk mencegah Trader untuk kehilangan banyak uang. Jika ada posisi trading  yang salah maka kita tinggal mengulanginya dengan membuka posisi sebaliknya dengan lot yang sama. Kemudian setelah trend sudah jelas arahnya mau kemana, baru kita membuka posisi tambahan yang sesuai dengan trend. 

Apakah Anda sudah mulai paham? Saya harap begitu.

Trik ini sebenarnya agak sulit untuk direalisasikan. Karena itu saya memberikan beberapa catatan penting untuk mencoba trik ini.

Ada kasus yang bisa kita jadikan contoh mengenai Strategi Hedging.

Kasus pertama:
Jika Anda sebelumnya membuka posisi buy, tetapi kemudian harga turun, dan untuk menghindari kerugian yang lebih besar Anda dapat membuka posisi sell pada pasangan mata uang yang sama sehingga jumlah kerugian tidak bertambah. Jika harga berbalik arah ia akan membuka (unlock) kunci tersebut dengan menutup salah satu posisi. 

Mungkin Anda juga secara tidak sadar sering melakukan hal ini. 

Kasus kedua:
Cara hedging yang ini adalah memang dari awal tujuannya untuk memperoleh profit, bukan karena merasa salah posisi. Anda dapat melakukan entry buy dan entry sell pada harga yang sama dalam waktu yang relatif singkat (karena tidak mungkin bisa open buy dan open sell dalam waktu yang bersamaan). Misalnya Anda open sell EUR/USD pada harga 1.3300 dan beberapa saat kemudian Anda open buy pada harga yang sama. Ternyata harga kemudian turun ke level 1.3200, lalu Anda menutup posisi sell-nya dengan profit 100 pip dan membiarkan posisi buy-nya.

Bagi trader yang telah berpengalaman cara ini memang profitable, dan jika Anda ingin mencobanya, berikut ada beberapa catatan yang mesti Anda perhatikan:

1. Tentu saja trik ini boleh dipakai oleh siapa saja. Namun alangkah baiknya jika Anda mencobanya di akun demo. Saya tidak pernah menganjurkan Anda untuk langsung menerapkan cara ini pada account live. Disarankan untuk berlatih menggunakan cara ini pada account demo terlebih dahulu.

2. Tidak semua broker mengijinkan penggunaan trik ini. Ada cukup banyak broker yang melarang penggunaan strategi hedging. Karena itu cobalah untuk memastikan terlebih dahulu peraturan broker Anda sebelum mulai menggunakan trik ini.

3. Tidak mudah untuk memperoleh harga buy dan harga sell yang sama persis sekalipun dengan pending order. Mungkin automated execution dengan EA (Expert Advisor) bisa membantu, tetapi pada keadaan pasar yang sedang sepi (volatilitasnya sedang rendah).

4. Cara ini akan berjalan dengan baik hanya pada keadaan pasar yang ranging (sideways), jika tiba-tiba pasar trending dengan kuat maka akan sulit mengatasinya.

5. Target profit (jumlah pip) mesti relatif besar, jika Anda hanya ingin meraup beberapa pip saja cara ini tidak efektif dan bahkan tidak bisa bekerja dengan semestinya.

6. Diperlukan kesabaran yang tinggi dalam menunggu pergerakan harga mencapai level tertentu. Anda tidak bisa menutup posisi begitu saja jika memang belum waktunya.

7. Selalu lakukan evaluasi setiap 5 atau 10 kali trade. Jika hasilnya kurang sesuai, Anda bisa berganti pasangan mata uang atau memperbaiki rencana trading Anda. Jika telah beberapa kali berganti masih belum profitable, tinggalkan trik ini, mungkin cara trading ini bukan untuk Anda.

Ya begitulah Strategi Hedging yang bisa Anda terapkan pada Trading Forex. Saya rasa trik ini cukup aman. Selamat mencoba. :)

Sumber : www.forexcrunch.com : 7 Notes for Forex Hedging, by: Yohay Elam [ sumber ]

Artikel semoga bermanfaat bagi kita semua, salam sukses dan profit selalu.
Tetap gunakan IB yang SUPER ini ya Boss, www.suprafx.com

Video: Menentukan Exit Position

Wednesday, October 11, 2017

Menentukan Exit Position


Tambahan dari admin, yang tidak kalah pentingnya adalah menentukan Exit Position Close Position, karena sehandal apapun kita menentukan OP jika tidak dibarengi kapan kita Exit maka bisa saja menjadi Loss.
Loss karena faktor tidak dapat menentukan close yang tepat, karena market yang selalu bergerak naik turun.

Strategi Trader Pemula dan Expert Trading Harian

Tuesday, October 10, 2017

Strategi Trading Harian Bagi Trader Pemula dan Expert

Strategi trading harian telah diperkenalkan sejak lama, lebih tepatnya di tahun 1975 sebagai mode yang diterima dari trading saham ketika SEC (Securities and Exchange Comission) AS mengatur bahwa tingkat komisi tetap yang telah ditetapkan hingga 1% dari trading adalah illegal. Hal ini memungkinkan broker untuk menawarkan klien mereka tingkat komisi yang jauh berkurang. Ini juga bisa membuka konsep baru di mana tidak hanya broker bisa menempatkan trading tapi semua orang memiliki kemampuan untuk duduk di depan komputer dan melakukan jual-beli saham sepanjang hari.
Dari sinilah akhirnya muncul suatu industri dari trading hari yang kemudian bercabang dari investasi saham ke instrument investasi lain seperti forex dan komoditas.

STRATEGI TRADING HARIAN

Ada begitu banyak strategi trading hari, beberapa di antaranya mengikuti pola yang sama seperti halnya broker yang didorong trading sementara yang lainnya unik untuk trading hari. Ide di balik trading hari ini adalah untuk mengambil keuntungan dari pergerakan kecil harga dalam saham dan indeks cair. Salah satu cara melakukan ini adalah meningkatkan modal dalam jumlah besar yang memberikan dana tambahan trader untuk digunakan menempatkan trading.
Ketika mempertimbangkan strategi trading hari, hal pertama yang harus diperhatikan adalah strategi masuk. Pertama kali yang harus dilakukan oleh seorang trader hari adalah mempertimbangkan memilih saham yang terlihat ideal untuk trading hari. Likuiditas dan volatilitas dari saham adalah hal selanjutnya yang harus dipertimbangkan. Likuiditas menawarkan kesempatan bagi trader untuk masuk dan keluar saham dengan spread ketat dan pada harga yang bagus. Volatilitas saham adalah pengukuran kisaran harga harian di mana saham diperkirakan akan bergerak. Volatilitas yang lebih besar dapat menyebabkan keuntungan atau kerugian yang lebih besar.
Ada beberapa cara untuk mengidentifikasi titik-titik masuk termasuk analisis teknis seperti grafik batang lilin dan tren garis. Tetap update dengan berita ekonomi saat ini dapat menyediakan data penting untuk pergerakan pasar. Selain itu, trader hari dapat waspada untuk pesanan yang datang dari tempat lain dan mencatat peningkatan atau penurunan harga saham.

HENTIKAN KERUGIAN

Menggunakan stop-loss adalah strategi lain dari strategi trading harian yang sangat penting. Mayoritas trader hari melakukan trading pada margin  yang bisa sangat beresiko karena pergerakan harga yang curam terjadi secara konstan. Suatu stop-loss memicu harga yang telah ditentukan di mana seorang trader akan berhenti  trading. Harga ini harus cocok sesuai dengan toleransi resiko dari trader. Selain itu, trader hari dapat membuat suatu stop-loss mental di mana dia akan keluar dari posisi tersebut jika ini mengambil langkah tidak terduga.
Dengan pengalokasian kerugian maksimal untuk masing-masing trading hari, trader hari akan merasa sedikit aman dan rileks selama hari aman dalam pengetahuan bahwa dia tidak akan menemukan dirinya sendiri dalam situasi yang mengerikan pada akhir hari trading. Trader yang berpengalaman akan menggunakan strategi trading hari ini, sedangkan trader pemula percaya bahwa mereka harus memperbaiki kerugian daripada berhenti melakukan trading. Mereka mengambil resiko yang tidak perlu untuk bisa mencapai impas (BEP).

STRATEGI TRADING HARI LAIN

Strategi trading hari yang lainnya telah dikembangkan dari waktu ke waktu dan menjadi sangat populer bagi para trader hari. Scalping misalnya, melibatkan penjualan dengan cepat setelah sebuah trading menjadi menguntungkan yaitu ketika harga sudah berada di atas atau di bawah target harga. Ketika harga dengan cepat bergerak ke atas, trader hari dapat menggunakan strategi fading untuk memperpendek saham. Hal ini mungkin beresiko namun menawarkan imbalan yang bagus.
Pivot harian adalah strategi trading hari di mana trader berupaya membeli pada hari yang lebih rendah dan menjual di hari yang lebih tinggi, mengambil keuntungan dari volatilitas harian saham. Menggunakan momentum saat trading hari mungkin akan melibatkan pembelian saham berdasarkan laporan berita yang berlangsung dan mengikuti tren sampai itu mulai mundur. Trader momentum lainnya akan melihat tren untuk tren yang kuat di kedua arah dan meningkatkan volume serta menempatkan trading. [ sumber ]
Sebagai catatan juga, wajib bagi kita punya strategi trading untuk menciptakan profit. Kemudian dapat menerima kekalahan jika terjadi Loss, bisa dengan membatasi kerugian. Dan masih ada hari esok, jangan balas dendam di all in hari itu juga. Salam profit dan sukses selalu www.suprafx.com

JENIS TRADER DAN ENTRY POINT

Friday, October 6, 2017

Anda mau tahu tentang Jenis Trader dan Entry Point ? Pada belajar forex kali ini akan dibahas tentang Jenis Trader dan Entry Point nya .

Ada beberapa jenis trader dilihat dari entry pointnya yaitu :

1. Bottom Buyer Top Seller
Strategy ini bisa dibilang scalper,cocok untuk kondisi market yang bergerak mendatar.
Indikator yang diperlukan adalah jenis Oscillator yang dapat mendeteksi kejenuhan pasar.
Aturan mainnya adalah :
BUY ketika harga berada di sekitar support, dan indikator menunjukan telah jenuh jual. Lebih bagus jika muncul candle /bar jenis pembalikan seperti Hammer.
SELL ketika harga berada disekitar resistance, dan indikator menunjukan jenuh jual. Lebih bagus jika muncul candle pembalikan.



2. BREAKOUTER
Breakout biasanya terjadi setelah market yang bergerak sideway. Breakout menunjukan antusiasme yang tinggi dari pembeli atupun penjual.
Sebelum breakout biasanya di dahului oleh false signal, lembah yang lebih tinggi dari sebelumnya,puncak yang lebih rendah dari sebelumnya,atau ada indikator yang menunjukan jenuh beli/jual pada market yang datar.

Aturan mainnya adalah :
BUY ketika harga berhasil menembus resistance disertai Volume yang besar dan Volatilitas yang tinggi.
SELL ketika harga berhasil menembus Support disertai Volume yang besar dan Volatilitas yang tinggi .

3. TREND FOLLOWER
Trading dengan mengikuti trend sangat cocok untuk jangka panjang. Terbentuknya tren ditandai dengan adanya lembah yang semakin meninggi atau puncak yang semakin merendah.Trend normalnya memiliki kemiringan 45 derajat. Jika trend terlihat sangat curam, ini menunjukan akan segera dibalikkan.
Aturan mainnya adalah :
BUY sesaat setelah terbentuk lembah yang semakin tinggi dari lembah sebelumnya.Sangat lebih baik jika indikator jenis trending menunjukan bahwa trend naik sedang terjadi.
SELL sesaat setelah terbentuk puncak yang semakin rendah dari puncak sebelumnya.Juga lebih baik jika indikator jenis trending menunjukan sedang terjadi trend turun dan atau indikator jenis oscilator menunjukan bahwa harga baru saja keluar dari zona jenuh beli.


4. CORRECTER 
Strategy ini adalah temuan seorang trader bernama Edi Marsel ,strategy ini cocok digunakan ketika trend kuat atau jangka panjang terjadi.
Trend yang kuat mempunyai satu arah,sehinga ketika arah grafik berbalik tanpa ada tenaga,arah grafik akan dikembalikan seperti semula mengikuti trend yang sedang terjadi.
Aturan mainnya dalah :
BUY ketika trend kuat terjadi dan harga berada di sekitar support. Lebih baik jika grafik menunjukan pelemahan dan indikator oscilator menyatakan telah jenuh jual.
SELL ketika trend kuat terjadi dan harga berada di sekitar Ressistance.Lebih baik jika grafik menunjukan pelemahan dan indikator oscilator menyatakan telah jenuh beli.


 Dengan mengetahui beberapa entry point ini , silahkan anda tentukan mana yang paling mudah dan cocok untuk trading anda. Jenis trader manapun bukan masalah, yang menjadi masalah jika anda tidak memiliki gaya trading. 


SUMBER  ; SIEMBAH.COM || tradersakti

Terkadang kita trading seperti air mengalir, ehh ternyata kita terkategory seperti jenis trader diatas.. ^_^
Salam profit dan sukses selalu, www.suprafx.com

Info SupraFX

Education

Quotes Tatang Sunarta

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex