News Update :

Dolar terus melemah menjelang FOMC

Wednesday, October 29, 2014

ib resmi insta
Dolar diperdagangkan masih meneruskan pelahan pada hari Rabu menjelang FOMC Federal Reserve AS, pasar melihat adanya kemungkinan untuk mengurangi stimulus pembelian obligasi, namun The Fed tidak akan buru-buru dalam menaikkan suku bunganya.

Dolar juga terlihat melemah setelah data ekonomi AS Core Durable Goods Orders m/m menjadi negatif untuk bulan ini, yaitu -0,2% dari bulan sebelumnya 0,4% yang juga direvisi turun.

Namun penurunan data ekonomi tersebut masih dibatasi oleh menguatnya data CB Consumer Confidence yang naik 94,5 dari bulan sebelumnya 89,0 yang juga direvisi naik.

Terhadap yen, dolar turun tipis 0,1 persen di area 108,02 ¥ pada pukul 13:30 WIB setelah naik 0,4 pada hari sebelumnya.

Sedikit penguatan yen tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya data Prelim Industrial Production m/m sebesar 2,7% dari bulan sebelumnya -1,9%.

Disamping itu, adanya suku bunga tidak berubah untuk 'waktu yang cukup' dapat membebani safe haven yen, meskipun mungkin bergerak terbatas menjelang pertemuan Bank of Japan pada hari Jumat.

Euro naik tipis di $ 1,2740, mendekati level tertinggi satu minggu pada hari Selasa di $ 1,2763.

Poundsterling naik 0,1 persen di $ 1,6144 setelah terjadi lonjakan pada sesi sebelumnya, walaupun ditutup hanya membukukan gain 10point akibat terpangkas oleh pernyataan Deputi Gubernur BoE Jon Cunliffe yang mengatakan suku bunga mungkin dipertahankan di rekor terendah untuk jangka waktu yang lebih lama dari yang semula diprediksikan.

Sedangkan dollar Australia melambung hingga level tertinggi dalam hampir tiga pekan sebelum akhirnya ditutup menguat sekitar 0,6 persen. Aussie saat ini naik 0,1 persen di area $ 0,8866 seiring diuntungkan tingginya tingkat suku bunga Australia dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya

Berita Forex, SupraFX IB resmi Instaforex Indonesia

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex