News Update :

Dollar berbalik melemah karena data perumahan dan ebola

Monday, October 27, 2014

ib instaforex indonesia
Dollar diperdagangkan berbalik melemah sejak Jumat seiring kekhawatiran tentang merebaknya wabah virus Ebola di AS dan lemahnya data ekonomi.
Data New Home Sales AS lebih rendah dari perkiraan, yaitu sebesar 467K dari prediksi 473K dan hanya naik 1K dari bulan sebelumnya 466K
Data yang lemah tersebut menimbulkan keraguan tentang kapan Federal Reserve akan mulai menaikkan suku bunganya, meski kemungkinan besar akan tetap mengakhiri program pembelian obligasinya bulan ini.
Disamping itu dolar terus tertekan ditambah merebaknya kasus Ebola di AS dikhawatirkan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Setelah seorang dokter di New York didiagnosa positif terjangkit virus Ebola sekembalinya dari Republik Guinea, Afrika Barat.
Sementara itu, euro mendapatkan dukungan dari data ekonomi Jerman. GfK German Consumer Climate Jerman meningkat dari 8,4 menjadi 8,5 di bulan Oktober. Setelah para analis sebelumnya memrakirakan angka indeks turun menjadi sekitar 8,1.
Euro saat ini berada di kisaran $ 1,2708, naik 0,3 persen dari posisi pembukaan pada pukul 9:53 WIB.
Penguatan euro saat ini juga didorong hasil dari 25 bank dalam uji ketahanan (EBA Bank Stress Test Results) ECB. Yang didalamnya menggambarkan masalah yang dihadapi zona Euro di tengah meningkatnya ancaman deflasi dan lesunya pertumbuhan.
Yen saat ini juga menguat 0,3 persen di area 107.90, kembali diuntungkan statusnya sebagai mata uang safe-haven alternatif. 
Poundsterling naik 0,1 persen di area $ 1,6104 stelah pada hari Jumat membukukan gain 0,35 persen terhadap dollar.
Gain juga dibukukan dollar Australia yang ditutup menguat 0,3 persen, dan saat ini naik 0,2 persen di area 0,8821.
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex