News Update :

Dollar tertekan data menjelang rapat The Fed

Tuesday, October 28, 2014

ib insta indonesia
Dolar AS berlanjut melemah pada Selasa pagi, setelah tergelincir terus dalam semalam karena ekspektasi komentar dari Federal Reserve yang lebih dovish
Ditambahkan lesunya data sektor perumahan AS sehingga menggiring dollar melemah versus sebagian besar mata uang rival sejak sesi sebelumnya.
Data Pending Home Sales m/m AS yang dirilis semalam menunjukkan meningkat hanya 0,3 persen dari bulan lalu, jauh lebih rendah dari yang diharapkan 1,1 persen. Sehingga menimbulkan keraguan tentang kapan Federal Reserve akan mulai menaikkan suku bunganya.
Nada dovish Fed mengarah pada kemungkinan besar penghentian program pembelian obligasinya bulan ini, terhada rancunya data ekonomi AS yang belakangan ini mengaburkan outlook tentang kapan kenaikan suku bunga
Greenback turun menjadi 107,81 ¥, pada pukul 9:54 WIB setelah melemah 0,4 persen kemarin.
Euro saat ini naik 0,1 persen di area $ 1,2711, namun gagal menembus resistance di sekitar $ 1,2727, level mewakili retracement 50 persen dari 21-23 Oktober jatuh dari $ 1,2841 ke $ 1,2614. Meski sempat tertekan oleh hasil uji ketahanan (stress test) perbankan yang diumumkan ECB akhir pekan lalu, mata uang tunggal mampu rebound kemudian.
Walaupun demikian gain euro, dibatasi data ekonomi Jerman yang menunjukkan indeks iklim bisnis (Business Climate) Ifo turun dari 104,7 menjadi 103,2 pada bulan Oktober. Angka penurunan melebihi yang diprediksikan para analis sebelumnya. Level 103,2 juga menjadi catatan terendah angka indeks sejak Desember 2012.
Dolar Australia naik 0,2 persen di area $ 0,8822, setelah kehilangan 6,3 persen pada bulan September.
Sementara itu, pound naik tipis di area $ 1.6128 setelah mencatatk gain 0,23 persen.
Pada sesi Asia pagi ini, aktivitas perdagangan terbilang minim karena para pelaku pasar lebih memilih untuk menunggu pengumuman The Fed dan BoJ. Sejumlah data penting juga dijadwalkan rilis minggu ini, diawali dengan Durable Goods Orders AS nanti Malam.
Pesanan barang tahan lama AS diprediksikan meningkat sekitar 0,4 persen di bulan September setelah dilaporkan anjlok 18,4 persen pada bulan Agustus. Mengesampingkan pesanan di sektor transportasi, order diprakirakan meningkat 0,5 persen menyusul peningkatan 0,4 persen pada bulan sebelumnya. 
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex