News Update :

Dolar kembali ditekuk setelah data NFP

Monday, November 10, 2014

Dolar AS diperdagangkan melemah dan kembali mengalami aksi profit-taking setelah data Non-Farm Payrolls (NFP) AS jeblok yang dirilis pada Jumat lalu.
Data NFP tersebut diprediksikan meningkat sekitar 235K, namun perekonomian AS hanya menambah 214K pekerjaan di bulan Oktober dan jauh lebih rendah dari bulan sebelumnya 256K.
Sedangkan tingkat pengangguran dilaporkan turun dari 5,9 persen menjadi 5,8 persen.
Selain NFP data ekonomi yang dikeluarkan beberapa pekan terakhir tidak begitu buruk, namun karena performa data yang meleset dari ekspektasi sudah cukup untuk memicu aksi profit-taking dari penguatan dollar akhir-akhir ini.
Penguatan dolar akhir-akhir ini disebabkan The Fed mulai mengurangi dan menghentikan program-program stimulus moneternya, sedangkan bank sentral lainnya justru mempertimbangkan dan bahkan telah menambah stimulus moneternya.
Dolar terkoreksi sekitar 1 persen sejak NFP dirilis pada hari Jumat, dan saat ini yen berada di area 114,07 pada pukul 13:39 WIB. Sebelumnya dollar sempat menyentuh 115.56 terhadap yen, yang merupakan level tertinggi baru dalam tujuh tahun.
Euro bangkit dari level terendah dalam lebih dari dua tahun, saat ini berada di area $ 1,2480.
Pound sterling terpantau di kisaran 1.5911 terhadap dollar, naik 0,29 persen dari level pembukaan hari ini.
Sedangkan dollar Australia, menguat 0,28 persen di 0.8675 terhadap dollar yang rata-rata mata uang mayor memperoleh keuntungan sekitar 1 persen terhadap dolar AS.
Namun, sejumlah analis menilai tren penguatan dollar belum berakhir. Reaksi negatif market terhadap data NFP lebih merupakan wujud kejenuhan terhadap rally beruntun dollar.
Secara garis besar, NFP masih terbilang solid dan menegaskan bahwa pemulihan ekonomi AS berjalan dalam jalur yang benar dan mendukung bagi spekulasi naiknya suku bunga The Fed pada tahun depan.
Di pihak lain, baik ECB maupun BoJ baru-baru ini justru menegaskan komitmennya untuk melonggarkan lebih lanjut kebijakan moneternya jika dirasa perlu untuk mendorong pemulihan ekonomi.
Dalam sebuah konferensi para petinggi bank sentral di Prancis Jumat lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan merestui dan mendesak agar ECB dan BoJ segera menambah stimulus moneternya.
Kebijakan yang ada saat ini masih akan tetap menjadi faktor yang menguntungkan bagi dollar dalam jangka panjang.

BERITA FOREX, SUPRAFX IB RESMI INSTAFOREX INDONESIA

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex