News Update :

Yen Melemah Seiring Pemilu dan Kenaikan Pajak

Wednesday, November 12, 2014

Dollar diperdagangkan saat ini kembali terkoreksi setelah sesi sebelumnya menyentuh level tertinggi tujuh tahun terhadap yen namun melemah melawan rival mata uang lainya, hal ini terkait Perdana Menteri Shinzo Abe akan menyerukan pemilihan umum pada bulan Desember.

Yen juga melemah seiring pandangan bahwa Abe akan menunda kenaikan pajak penjualan.


Terhadap yen, dollar terpantau sempat melambung hingga 116.11, level tertinggi baru sejak Oktober 2007. Meski kemudian sedikit terkoreksi 0,5 persen di kisaran 115.29 pada pukul 14:17 WIB.

Libur pasar AS yang memperingati Hari Veteran dan minimnya data ekonomi AS kemarin pun menjadi alasan profit-taking yang melemahkan dollar terhadap mata uang rival lainnya.

Euro saat ini menguat 0,2 persen di area $ 1.2490, setelah sesi sebelumnya menguat 0,5 persen.

Dollar Australia rebound dan saat ini di 0.8700, setelah naik 0,75 persen.

Demikian pula pound sterling, naik 0,1 persen di $ 1.5930 terhadap dollar, setelah sesi sebelumnya menguat 0,7 persen.

Para pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada Laporan Inflasi dan pernyataan Gubernur BoE Mark Carney pada pukul 17.30 WIB Petang nanti. Dari kedua even penting tersebut, diharapkan akan ada petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga BoE.

The Fed sendiri telah mengakhiri program pembelian obligasinya, stimulus moneter yang berperan besar dalam melemahnya dollar sejak 2008. Sebaliknya, bank sentral lainnya, terutama ECB dan BoJ justru menambah stimulus moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengatasi tekanan deflasi.
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex