News Update :

Dollar Anjlok Beruntun dalam Seminggu, Akibat Lemahnya Data

Friday, April 17, 2015

instaforex indonesia
Dolar diperdagangkan jatuh untuk hari keempat berturut-turut pada hari Jumat, setelah data ekonomi AS yang lemah meragukan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang.

Data yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS semalam menunjukkan jumlah klaim tunjangan pengangguran naik sebesar 12.000 menjadi 294.000 pada pekan II April, tertinggi dalam enam pekan. Para analis sebelumnya memrediksikan angka klaim meningkat hanya sekitar 2.000.
Data AS lainnya, jumlah ijin mendirikan bangunan (Building Permits) yang diterbitkan pada bulan Maret turun sebesar 5,7 persen menjadi 1,04 juta unit, lebih rendah dari prakiraan para analis. Demikian pula jumlah hunian baru yang dibangun (Housing Starts) di bulan Maret meningkat hanya 2,0 persen menjadi 926.000, jauh lebih rendah dari ekspektasi.
Sementara meski meningkat dari 5,0 menjadi 7,5 di bulan Maret, detil data indeks Manufaktur Philadelphia Fed mengungkapkan pertumbuhan order terendah dalam hampir dua tahun.
Lemahnya data mengindikasikan lesunya pertumbuhan ekonomi AS di kuartal I berlanjut pada kuartal II ini. Kondisi ini diakui pula oleh petinggi The Fed. Baik Dennis Lockhart maupun Eric Rosengren semalam mengatakan bank sentral mesti menunda kenaikan suku bunga sebagai akibat lesunya pertumbuhan ekonomi.
Melawan yen, dollar As saat ini melemah 0,2 persen di area $ 118.77 pada pukul 19:20 wib terendah dalam 3 minggu.
Aussie naik 0,1 persen di area $ 0.7812 setelah kemarin naik lebih dari 1 persen.
Euro naik 0,6 persen di area $ 1.0820 mencatat kenaikan beruntun selama sepekan.
Kenaikan tertinggi hari ini diraih poundsterling naik 1 persen di area $ 1.5030 tertinggi selama sebulan.

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex