News Update :

Data Jerman dan Gejolak Utang Yunani Mengangkat Euro, Dollar AS Berbalik Melemah.

Tuesday, June 9, 2015

ib insta
Dolar diperdagangkan makin terpuruk pada Selasa, terkulai terhadap sekeranjang mata uang setelah mengalami penurunan tajam melawan euro akibat data Jerman yang solid dan Bund yields yang tinggi.

Dolar turun lagi 0,2 persen di area ¥ 124,22 pada pukul 13:10 wib, setelah menarik kembali dari 13-tahun tertinggi di ¥ 125,85 menyentuh pada hari Jumat setelah NFP yang kuat menyebabkan meningkatnya taruhan bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.

Menteri Ekonomi Jepang Akira Amari mengatakan pada hari Selasa itu hingga pasar keuangan untuk memutuskan apakah mata uang bergerak sejalan dengan fundamental ekonomi.

Pada hari Senin, Presiden Barack Obama membantah laporan yang mengutip dia mengatakan dolar yang kuat adalah "masalah" dalam percakapan pada Kelompok Tujuh (G7) KTT di Jerman.

Euro naik 0,2 persen di area $ 1,1318, setelah kemarin naik sekitar 2 persen, seiring angka output industri Jerman yang lebih baik dari perkiraan.

Pembicaraan yang sedang berlangsung Yunani masih berpolemik pada perjanjian dengan pemberi pinjaman yang membuat investor waspada, yang kemungkinan akan membawa penguatan mata uang tersebut.

Poundsterling naik 0,1 persen di area $ 1,5365 setelah sebelumnya naik hampir 1 persen melawan dollar AS.

Dolar Australia, sementara itu lebih rendah 0,1 persen di area $ 0,7688, tidak menunjukkan banyak reaksi survei yang mengungkapkan kepercayaan bisnis rebound ke level tertinggi sembilan bulan pada Mei karena penjualan dan keuntungan meningkat.

BERITA FOREX, SUPRAFX IB INSTAFOREX INDONESIA.


Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex