News Update :

Optimisme Suku Bunga Kendur, USD Terjungkal

Friday, August 21, 2015

ib insta
Dollar diperdagangkan melemah terhadap euro, yen dan mata uang utama dunia lainnya karena menurunnya optimisme akan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) di bulan depan ditambah data ekonomi yang lebih buruk dari China.
Di Cina menunjukkan angka aktivitas pabrik menyusut pada laju tercepat dalam 6-1 / 2 tahun pada bulan Agustus, investor menjadi semakin khawatir bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia mungkin melambat tajam dan bahwa pertumbuhan global juga menjadi terhambat.
Euro mencatatkan penguatan terbesar di antara mata uang mayor lainnya, dengan penguatan sebesar 2,5 persen terhadap USD dalam tiga hari terakhir di kisaran hampir ke 1.13 level tertinggi sejak 30 Juni seiring pengunduran diri Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras, dan saat ini naik 0,3 persen di area $ 1,1271 pada pukul 17:20 wib di tengah gejolak yang melanda mata uang negara berkembang akibat devaluasi yuan pekan lalu.
Kemudian Yen saat ini menguat sekitar 0,6 persen di area $ 122,94, setelah terhitung menguat sekitar 1,5 persen dalam tiga hari terakhir.
Para pelaku pasar berpendapat bahwa kemungkinan Fed akan menaikkan suku bunga untuk yang pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir di bulan depan hanya tinggal sekitar 40 persen. Banyak spekulan melakukan aksi jual dollar setelah minutes Fed yang dirilis Rabu kemarin (19/8) tidak memberikan petunjuk apa pun tentang waktu kenaikan suku bunga.
Padahal , data klaim pengangguran yang dirilis tadi malam (Kamis, 20/8) memperlihatkan bahwa sektor tenaga kerja Amerika Serikat (AS) masih menguat dan perekonomian masih memungkinkan untuk kenaikan suku bunga.
Sementara poundsterling melemah 0,2 persen terhadap USD, di area $ 1,5677.
Mata yang negara berkembang mendapat hantaman keras. Lira Turki melemah ke rekor level terendah baru. Kekhawatiran akan jatuhnya harga minyak dan komoditi dunia diperparah oleh gejolak China.
Krona Norwegia juga melemah ke level terendah tujuh bulan terhadap euro setelah data menunjukkan bahwa perekonomian Norwegia melemah di kuartal ke-2 tahun 2015. Hal ini membuka kemungkinan bank sentral Norwegia untuk menurunkan suku bunga di bulan-bulan mendatang.
Demikian juga mata uang kita Rupiah juga melemah hampir tembus Rp.14,000,-/$ (tertinggi 13,973), disaat mata uang lainya menguat terhadap USD.

SupraFX.com IB resmi instaforex indonesia, membantu daftar forex deposit wd bank lokal instant aman.

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex