News Update :

Aussie Kembali Merosot Terhadap Dollar

Monday, September 7, 2015

Aussie kembali merosot terhadap dollar pada hari Jumat, dan mencatat penurunan empat pekan beruntun. Penurunan di pekan ini bahkan menjadi penurunan mingguan terbesar sejak pertengahan Januari lalu.

Nilai tukar aussie diperkirakan akan melanjutkan penurunan hingga tahun depan akibat pelambatan ekonomi global, khususnya China, yang dapat menjadi pertimbangan Reserve Bank of Australia untuk kembali menurunkan suku bunga.

Sebaliknya Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga di tahun ini, dan peluang kenaikan suku bunga pada rapat moneter dua pekan mendatang masih terbuka setelah data non-farm payrolls (NFP) AS dinilai cukup bagus. Departemen Tenaga Kerja AS pada hari Jumat melaporkan sepanjang bukan Agustus perekonomian AS menambah 173.000 pekerja diluar sektor pertanian, dengan tingkat pengangguran turun menjadi 5,1%. Sementara para ekonom sebelumnya memperkirakan terjadi penambahan 220.000 pekerja, dengan tingkat pengangguran sebesar 5,2%. Tingkat pengangguran 5,1% dipertimbangkan sebagai full employment oleh Federal Reserve. Selain itu rata-rata gaji naik 0,3% lebih tinggi dari perkiraan ekonom 0,2%.

Kepala ekonom dari AMP Ltd. dan Deutsche Bank memprediksi aussie akan menyentuh level $0.60 pada tahun depan. Dalam beberapa pekan terakhir, pelaku pasar melakukan aksi jual agresif terhadap aussie, sebagian besar akibat kecemasan ekonomi China akan mengalami hard landing. China merupakan pasar ekspor utama Australia, memburuknya outlook ekonomi China akan berdampak negatif terhadap perdangan Australia.

AUDUSD berakhir di level 0.6910 atau melemah sekitar 1,5% pada hari Jumat, dengan level tertinggi harian 0.7021, dan terendah 0.6908
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex