News Update :

Menjelang pertemuan Fed, Dollar AS Meningkat

Wednesday, September 16, 2015

ib insta
Dolar diperdagangkan menguat di perdagangan Asia pada hari Rabu, yang dikarenakan adanya kenaikan penghasilan setelah adanya pengeluaran data mengenai tingkat konsumsi masyarakat yang tetap stabil walaupun sebelumnya sudah ada pengumuman bahwa pemerintah US akan meningkatkan suku bunga dalam meeting 2-Hari yang akan berlangsung beberapa waktu yang akan datang.

Departemen Perdagangan mengatakan bahwa penjualan ritel termasuk mobil, bensin, bahan bangunan dan jasa makanan meningkat 0,4 persen pada Agustus setelah pada bulan juli mengalami kenaikan yang direvisi 0.6 persen sebelumnya. Data tersebut mengimbangi angka terpisah yang mengindikasikan adanya pelemahan dalam aktifitas manufaktur.

Adanya kenaikan pada penghasilan German Bund juga mendukung penguatan Dollar, dengan adanya sinyal penghasilan 2 tahun dari Treasury yang mencapai titik tertingginya dalam empat tahun dan adanya penghasilan jangka lama dalam sektor volume trading menjelang pertemuan Fed.

Adanya peningkatan data penjualan mendorong beberapa investor untuk meningkatkan taruhan mereka pada keputusan Fed akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2006. Suku bunga berjangka AS mengimplikasikan adanya kenaikan pasar 27 persen dari kenaikan pada hari Kamis, naik dari 23 persen pada akhir Senin, sesuai dengan program FedWatch CME Group.

Namun, banyak yang bertaruh bahwa pasar global baru-baru ini stabil dan adanya penurunan peningkatan pereknomian di China akan membuat The Fed untuk melonggarkan kebijakannya mengenai suku bunga.

Inflasi telah jatuh dari perkiraan Fed selama tiga tahun terakhir, dan pertumbuhan upah yang lambat menyebabkan adanya peningkatan pasar yg tidak stabil dalam pasar tenaga kerja di US yang mana hal ini menciptakan teka-teki kebijakan baru bagi para pembuat kebijakan di bawah Ketua Janet Yellen.

"Ekonom AS kami mengharapkan Fed untuk bertahan pada pertemuan September, menunda kenaikan suku sementara terlalu berisiko setelah adanya stres pasar keuangan baru-baru ini," kata ekonom di Barclays.

"Kami berharap Ketua Fed, Yellen untuk menekankan adanya data-ketergantungan dan memastikan bahwa meeting tersebut tetap "hidup". Tapi kami percaya bahwa kenaikan suku bunga ini akan tertunda hingga Marte 2016 mengingat adanya kekhawatiran tentang permintaan eksternal dan inflasi yang terjadi beberapa waktu belakangan ini," kata mereka dalam sebuah catatan kepada klien.

Dolar kembali melemah terhadap yen pada Selasa, setelah Bank of Japan mempersiapkan kebijakan stabil guna mengatasi pertemuan tersebut.

BOJ juga memperingatkan bahwa melambatnya permintaan di pasar memberikan akses yang besar terhadap jalur ekspor dan output Jepang, yang sedikit banyak meingkatkan kemajuan ekonomi Jepang.

Dolar diperdagangkan turun tipis di 120,37¥ pada pukul 14:12 wib melawan yen, yang pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat 0,2 persen.

Euro terpantau menurun di pekan ini, saat ini melemah 0,2 persen di $ 1,1253.

Sterling masih bertahan di $ 1,5341, setelah sempat jeblok sekitar 1 persen pada hari sebelumnya.

Sementara itu, Aussie terus menguat dalam dua pekan ini dan saat ini berada di area $ 0,7160 menguat 0,2 persen.

SupraFX.com IB instaforex indonesia, full rebate, full service.






Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex