News Update :

Rendahnya TLTRO Bebani Euro

Friday, September 25, 2015

Sempat menguat tajam pada Kamis kemarin, euro berbalik turun dan berakhir melemah terhadap dollar. Pelemahan tersebut terlihat berlanjut di awal perdagangan sesi Asia hari ini Jumat (25/9), mata uang 19 negara tersebut kini menuju penurunan dua pekan beruntun.

Penguatan euro sebelumnya ditopang komentar Presiden European Central Bank (ECB), Mario Draghi, serta data keyakinan bisnis Jerman yang secara mengejutkan naik di bulan ini. Namun rendahnya Targeted Long Term Refinancing Option (TLTRO) yang berhasil disalurkan ECB, membebani sentimen euro. ECB melaporkan TLTRO sebesar €15,5 milyar, jauh dibawah ekspektasi ekonom sebesar €50,3 milyar.

Program pinjaman dengan bunga rendah oleh ECB tersebut dimaksudkan untuk dapat disalurkan oleh bank umum ke dunia usaha, sehingga menstimulasi pertumbuhan dan menaikkan inflasi. Rendahnya TLTRO menjadi indikasi lemahnya investasi di zona euro.

Disisi lain, Chairwomen Federal Reserve AS, Janet Yellen, dalam pidatonya dini hari mengatakan suku bunga akan naik di tahun ini, selama inflasi masih stabil dan ekonomi AS cukup tangguh untuk menciptakan lapangan pekerjaan. 

EURUSD diperdagangkan dikisaran 1.1178 pada pukul 09.17 WIB, dengan level terendah harian 1.1160, dan tertinggi 1.1188
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex