News Update :

Dollar Masih Lanjut Melemah Setelah Data Negatif

Monday, November 2, 2015

ib insta
Dollar diperdagangkan melemah sejak penutupan di hari Jum'at kemarin, dan berlanjut melemah hari Senin ini seiring tekanan lemahnya data ekonomi AS.
Data AS berupa indeks kepercayaan konsumen turun dari 92,1 menjadi 90,0 di bulan September. Data lainnya menunjukkan belanja per kapita (personal spending) meningkat hanya 0,1 persen di bulan September, lebih rendah dari ekspektasi.
Data tersebut menambah keraguan tentang kekuatan ekonomi AS menyusul data Departemen Perdagangan sehari sebelumnya yang menunjukkan perekonomian AS tumbuh hanya 1,5 persen di kuartal III.
Aussie menguat 0,2 persen di area $ 0,7140 pada pukul 11:15 wib, setelah sebelumnya menguat 0,6 persen melawan dollar As.
Euro terpantau mengalami Gap atas 0,2 persen, dan saat ini di area $ 1,1027.
Terhadap yen, dollar terdepresiasi 0,3 persen di area $120.32.
Pound sterling masih menutup Gap atas di area $ 1.5430 terhadap dollar.
Sebagaimana diketahui, dollar sebelumnya sempat menguat menyusul pernyataan bernada hawkish yang dilontarkan The Fed. Usai rapat kebijakan moneternya minggu lalu, The Fed mengindikasikan masih terbukanya peluang kenaikan suku bunga pada agenda rapat berikutnya bulan Desember mendatang.
Namun, The Fed menambahkan pula bahwa kenaikan suku bunga hanya akan terwujud jika kondisi pasar kerja dan tingkat inflasi memungkinkan. Ini berarti, setiap data penting ekonomi AS akan semakin krusial sebagai pertimbangan.
Lemahnya data tentunya mengurangi kemungkinan naiknya suku bunga, dan sebaliknya.

SupraFX IB instaforex indonesia, full service, flat rate, full rebate 1,7.

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex