News Update :

Meski Inflasi Meningkat Euro Masih Berpotensi Melemah

Tuesday, November 17, 2015

Euro melemah pada hari Senin investor bereaksi terhadap serangan berdarah yang terjadi di Paris pada hari Jumat, dan beralih ke aset safe haven seperti dollar AS dan yen Jepang. Sebelum tragedi Paris euro telah tertekan akibat ekspektasi pelonggaran moneter oleh European Central Bank di bulan depan, dengan kemungkinan penurunan suku bunga dan penambahan program pembelian aset.

Sementara itu, Eurostat merevisi inflasi (year-on year) zona euro dari rilis sebelumnya 0% menjadi 0,1% di bulan Oktober, kenaikan tersebut terbantu peningkatan harga buah dan sayuran. Blok 19 negara tersebut pada bulan September mengalami deflasi 0,1%. Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan inflasi tidak akan berubah sebesar 0%.

Inflasi inti yang tidak memasukkan sektor energi dan makanan dalam perhitungan naik 1% di bulan Oktober dari 0,8% di bulan September. Meski kembali mengalami inflasi, tekanan harga di zona euro masih lemah, dan memberikan tekanan bagi ECB untukk melonggarkan moneter.

Anggota dewan eksekutif European Central Bank (ECB), Yves Mersch, mengatakan bank sentral belum memutuskan apakah program pembelian aset atau quantitave easing (QE) perlu ditambah. Mersch mengatakan dewan gubernur masih menunggu proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi untuk tahun 2017, yang akan diumumkan bersamaan dengan rapat moneter 3 Desember mendatang. 

EURUSD diperdagangkan dikisaran 1.0701 pada pukul 00.20 WIB, dengan level tertinggi harian 1.0758 dan level terendah 1.0687
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex