News Update :

Bagaimana belajar analisa yang sistematis, efektif dan tepat sasaran?

Monday, December 14, 2015

ib insta
Berikut detil dari point ke 3 pada tulisan Om Tatang Sunarta sebelumnya.
Bagaimana belajar analisa yang sistematis, efektif dan tepat sasaran? Caranya ada banyak dan beragam, tapi hal2 ini yang dulu saya lakukan sebagai pegawai yg sambil belajar trading forex yang mungkin juga bisa diadopsi oleh teman2 yang masih menjadi pegawai atau memiliki bisnis agar semuanya bisa berjalan selaras. Mungkin silakan dilengkapi klo ada yang kurang atau dikurangi klo ada yang berlebih.
Pada saat saya mulai belajar menganalisa market bersama seorang teman yang juga masih belajar, yang saya ingat dari proses tersebut adalah sebuah pengorbanan dan rasa ingin tau yang besar yang juga diiringi oleh rasa harus bisa yang tinggi tanpa hrs meninggalkan kewajiban sebagai ‘kuli kasar’ (bahasa kerennya oprator lapangan. Hehe). Bagaimana tidak, jam istirahat saya terpaksa dikurangi ditengah kerja tambang yang menguras tenaga dan konsentrasi. Diwaktu bersamaan belajar menganalisa market pun butuh konsentrasi yang tinggi wlwpun tdk terlalu menguras tenaga. Yang saya simpulkan pada waktu itu bahwa cara belajar saya harus tepat sasaran agar efektif. Lalu dari beberapa hal dan cara yang saya lakukan yang saya rasa paling efektif untuk dilakukan para part time trader adalah belajar MEREKAYASA / MAPPING.
Contoh: Sebelum berangkat kerja/buka toko/ apapun itu. luangkan waktu 30menit untuk berhadapan dengan chart. Buka saja satu atau dua pair yang menjadi kesukaan anda. Jangan terlalu banyak krn semakin banyak akan semakin memakan waktu. Lalu buatlah rekayasa/mapping pada market sesuai dengan disiplin ilmu yang anda gunakan (wlwpun dengan segala keterbatasan). Buatlah 2 rekayasa BUY / SELL. lalu buatlah percentage / prosentase / kecendrungan anda kira2 market akan menaik / menurun. Atau anda bisa membuat satu saja apa yang anda yakini setelah menganalisa (contohnya rekayasa BUY). Tapi (Menurut saya) klo membuat analisa hanya satu berarti kurang objektif karena bagaimana bisa kita memutuskan antara dua hal tapi yang kita pertimbangkan hanya satu? Tapi semua ini berpulang kepada diri masing2.
Setelah membuat rekayasa/mapping/rute pergerakan market sesuai disiplin ilmunya masing2 dan memutuskan untuk melakukan transaksi (baik meletakan pending order / fast execution) maka tinggalkan saja dan lakukan hal lain. Tapi jangan lupa juga menganalisa dan meletakan batas kerugian dan batas keuntungan dalam setiap transaksinya. Yang penting menjadi pegangan apapun disipilin ilmu kita rumusnya adalah Time frame BESAR adalah ARAH dan time frame KECIL adalah KOREKSI. Jadi berpeganganlah pada arah/trand dan carilah titik open position pada time frame yang lebih kecil untuk meminimalisir floting. Sering dengar istilah ini “analisa ane udah benar. Tapi market malah mengarah ke SL (Stop loss) ane, trus baru jalan sesuai analisa ane, seakan2 dia tau dimana SL ane makanya disamber duluan”. Mungkin yang perlu diperbaiki dari hal tersebut kita harus menganalisa lebih dalam lagi agar lebih tau mana arah/trand dan mana koreksi.
Dalam setiap proses diatas buatlah catatan2 sendiri terhadap setiap salah dan benar. Dengan demikian kita hanya perlu mengulang apa yang sudah benar, lalu menghindari kesalahan yang pernah kita perbuat. Dan perbaiki terus dan terus. Belajar terus dan terus. FOREX ITU BISNIS YANG BISA DIPELAJARI, jadi tidak ada hubungan sama bakat. Hanya pembelajar yang ulung dan tangguh yang bisa membedakan mana air dan mana minyak.
Lamanya orang belajar forex tidak menentukan kemampuannya kalau belajarnya DOING NOTHING (Sekan belajar tapi sesungguhnya ga belajar) karena tidak ada pola pembelajaran yang dijalaninya. Hanya fokus BUY / SELL. padahal menurut saya keputusan buy / sell bisa diambil setelah kita menganalisa lebih dalam sebuah pair. Jadi ketika berhadapan dengan market yang pertama ada diotak kita jangan kata2 ‘buy / sell’ tapi ANALISA terlebih dahulu baru kemudian memutuskan. Kesalahan kebanyakan kita (seperti yang sering saya sebut) biasanya terbalik. Baru analisa 5 menit langsung memutuskan transaksi. Setelah itu rela nunggu berjam2 tanpa berbuat apa2 demi nungguin floting minus. Ini bisnis bung.... Hehe.
Tadi pagi ada yang tanya. “berapa lama dari mulai belajar sampai saya bisa menguasi teknik analisa yang saya gunakan?” Saya lupa tepatnya. Tapi seingat saya itu tidak lebih dari 2 tahun karena tidak lama setelah itu saya resign dari tambang kemudian pulang ke Indonesia lalu berkarir dibidang ini. Saya juga sampaikan bahwa satu atau dua tahun itu waktu yang sudah cukup kalau kita fokus pada satu sistem. Tapi 5 atau 10 tahun pun tidak akan cukup klo anda ingin menguasai banyak teknik. Ada filosofi kungfu yang perlu kita renungi dalam hal ini. “Lebih baik melatih satu jurus seribu kali, daripada melatih seribu jurus satu kali”.
Jadi lamanya orang didepan layar komputer tidak menjadi jaminan orang tersebut akan lebih pandai dari yang ngintip sesekali. Yang menentukan adalah seberapa sistematiskah cara belajarnya. Seperti lamanya orang berada dalam bisnis forex tidak bisa menjadi ukuran kesuksesannya karena yang menjadikan seseorang berhasil dalam bidang ini bukan ‘berapa lamanya’ tapi “berapa efektif langkahnya”. Jadi klo teman2 simpulkan dari beberapa tulisan saya sebelumnya pasti teman2 mendapatkan benang merahnya. Bahwa orang yang sudah 5 tahun dalam dunia forex kehidupannya belum tentu lebih baik dari seorang penjaga warnet yang baru 1 tahun mengenal forex. karena yang 5 tahun doing nothing dan selalu loss, loss, loss dan MC. Dan yang baru satu tahun perbulannya sudah bisa rutin mendapatkan 400USD dari forex. Dalam dunia bisnis ini bukan seberapa banyak uang anda, karena itu semua bisa habis. Bukan juga seberapa ganteng wajah anda, karena itu ga ada pengaruhnya. Tapi seberapa tepat langkah anda. Itu!!!‪#‎SalamSefur‬. He

sumber: https://www.facebook.com/tatang.sunarta/posts/731540313642919
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex