News Update :

Dollar AS Masih Melemah Menjelang Liburan Natal

Tuesday, December 22, 2015

Dolar diperdagangkan masih tergelincir melawan mata uang utama lainnya, karena volume perdagangan masih sepi menjelang liburan Natal, meskipun peminat terhadap greenback masih memperoleh dukungan oleh langkah kebijakan Federal Reserve terbaru.
Dolar menguat pada pekan lalu setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar seperempat persentase poin menjadi 0,5%. Ketua FOMC Janet Yellen mengomentari kenaikan tersebut bahwa kenaikan suku bunga di masa depan akan dilakukan secara bertahap dan tergantung data ekonomi.
Secara terpisah, pasar tetap gelisah setelah harga minyak mentah sempat jatuh ke 34,29 $, level terendah sejak 2004, di tengah kekhawatiran baru atas pasokan global.
USD/JPY tetap stabil di 121,26.Yen tetap berada di bawah tekanan setelah Bank of Japan pada hari Jumat melanjutkan program stimulus moneter dengan tidak merubah di kisaran ¥ 80 trilyun, tetapi hanya memutuskan untuk memperpanjang jatuh tempo obligasi pemerintah Jepang yang dibeli dari 10 sampai 12 tahun. 
Yen menguat menyusul pengumuman awalnya, tetapi cepat bergerak lebih rendah ketika analis mengatakan bahwa BoJ hanya mengurangi sejumlah langkah kecil dan tidak merubah stimulus secara signifikan.
Euro bergerak tipis di area $ 1,0908 pada pukul 13:14 wib, setelah sebelumnya paling meningkat banyak 0,5 persen.
Poundsterling masih flat di area $ 1,4883, masih terus melemah dalam dua pekan terakhir ini.
Dolar Australia maish naik 0,3 persen pada $ 0,7219, setelah anjlok ke terendah satu bulan $ 0,7096 pada pekan lalu setelah kenaikan suku bunga Fed.

SupraFX IB Instaforex Indonesia, daftar trading forex, full service, full rebate 1,7.


Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex