News Update :

Dollar Perkasa Seiring Kenaikan Suku Bunga

Thursday, December 17, 2015

Dolar As diperdagangkan terus menguat pada hari Kamis, seiring The Federal Reserve sesuai dengan yang diharapkan dalam menaikkan tingkat suku bunga pada hari Rabu kemarin.
Greenback menguat 0,4 persen di area $ 122.58 pada pukul 10:50 wib, setelah sebelumnya naik 0,5 persen akibat dari naiknya suku bunga.
The Fed mengakhiri kebijakan suku bunga nol yang dilaksanakan oleh bank sentral AS tidak lama setelah Krisis Keuangan yang bertujuan menyelamatkan perekonomian negara terbesar dunia dari bencana terbesar lebih dalam 70 tahun.
Dalam keputusan bulat, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), menaikkan Funds Rate sebesar 25 basis poin ke kisaran antara 0,25 dan 0,50%. Sebelum keputusan Rabu, FOMC telah mempertahankan suku bunga jangka pendek di dekat level nol untuk 56 pertemuan berturut-turut.
Sejumlah anggota FOMC mengirim indikasi kuat bahwa mereka siap untuk menormalkan kebijakan moneter, sebagai pengaruh pasar tenaga kerja AS yang membaik dan ekonomi terus tumbuh pada kecepatan yang moderat. Sementara Janet Yellen telah mengakui bahwa inflasi tetap jauh di bawah target FOMC dari 2%, dia percaya hal itu akan bergerak mendekati target sebagai faktor sementara dari penurunan harga minyak dan dolar yang lebih kuat terus surut.
Yellen juga menekankan bahwa menunda kenaikan suku bunga terlalu lama dapat mengganggu pasar keuangan dan secara tidak sengaja mendorong ekonomi ke dalam resesi.
Euro anjlok 0,8 persen saat ini di area $ 1,0837, setelah sebelumnya turun 0,2 persen.
Aussie turun 0,6 persen ke area $ 0,7168, setelah sebelumnya naik 0,4 persen.
Sementara itu poundsterling anjlok 0,7 persen ke area $ 1,4935, membukukan penurunan sekitar 3 persen sejak awal pekan ini.

SupraFX IB Instaforex indonesia, menerima pendaftaran forex trading, rebate 1,7, rate terendah dan flat.

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex