News Update :

Dollar AS Anjlok Melawan Yen, Kerusuhan Geopolitik di Timur Tengah dan Risk Appetite Data China Melemahkan Aussie

Monday, January 4, 2016

ib instaforex
Dolar diperdagangkan jatuh ke level 1,5 bulan terendah terhadap yen karena ketegangan di Timur Tengah dan sedikit turunnya data China sehingga meningkatkan mata uang safe haven Jepang pada sesi perdagangan pertama di 2016.

Dolar turun sekitar 1 persen ke area 119,21 ¥ pada pukul 14:30 wib, level terendah sejak 19 Oktober.

Risk appetite investor mengawali tahun baru ini setelah Arab Saudi pada hari Minggu memutuskan hubungan dengan Iran dan data menunjukkan aktivitas pabrik China menyusut di bulan terakhir sehingga memukul saham di Asia.

Ketegangan Timur Tengah memicu kekhawatiran pasokan dan melemahkan harga minyak serta berdampak pada harga dollar.

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik sekitar 10 persen tahun lalu karena Federal Reserve mulai mendaki suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade. Sementara itu, Bank Sentral Eropa dan Bank of Japan terjebak dengan skema kebijakan moneter sangat longgar dan diharapkan untuk memudahkan lebih jauh.

Euro naik 0,2 persen di area $ 1,0892, setelah sempat tergelincir ke $ 1,0826 sebelum akhirnya menguat.

Dolar Australia turun 0,9 persen ke $ 0,7208 setelah data aktivitas pabrik Cina turun pada Senin. Aussie kehilangan sekitar 12 persen pada tahun 2015 pada faktor-faktor termasuk harga komoditas yang lebih rendah, penurunan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) dan prospek pertumbuhan lebih lambat di Cina.

Poundsterling kembali flat di area $ 1,4737, setelah sempat turun 0,3 persen.

SupraFX IB Instaforex Indonesia, full service, full rebate, flat rate, daftar trading forex.


Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex