News Update :

Major Currencies Bergerak Sideways Paska Data GDP China

Tuesday, January 19, 2016

Berbagai mata uang utama bergerak dalam range trading yang sempit di hari Selasa setelah dirilis data ekonomi China yang mengkonfirmasi pelambatan ekonomi secara signifikan, namun justru memacu harapan atas tambahan stimulus dari Beijing.

Dollar AS bergerak sideways di level 117.89 terhadap Yen, pulih dari titik terendah 5 bulan di level 116.51 yang diraih pada hari Jumat lalu, pelemahan Yen turut terpicu oleh pesimisme para investor terhadap prospek ekonomi global. Namun secara keseluruhan performa Yen masih menjanjikan dibanding mata uang lainnya, dengan penguatan sekitar 2.5 persen sepanjang tahun ini, seiring pelemahan nilai tukar Yuan sehingga memicu para investor melakukan buy back safe haven termasuk Yen Jepang.

Meskipun Beijing berhasil menyetabilkan Yuan melalui intervensi secara massive, namun arus modal keluar secara massive masih menimbulkan kecemasan terhadap perekonomian China. Alhasil mata uang komoditas seperti Aussie Dollar melorot dekati titik terendah 7-bulan sejauh ini diperdagangkan di level 0.6909.

Sedangkan nilai tukar Euro bergerak sideways di kisaran 1.0700 – 1.1000 sepanjang tahun ini, dan sejauh ini diperdagangkan di level 1.0869. Berbeda halnya dengan Poundsterling yang menunjukkan kinerja buruk sejak bulan Desember seiring pelemahan outlook ekonomi serta resiko referendum Inggris terkait keanggotannya di Uni Eropa, masih melanjutkan trend pelemahan mendekati level terendah tahun 2010, sejauh ini diperdagangkan di level 1.4284.
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex