News Update :

Yen Kembali Menguat, Namun Dolar AS Masih Membukukan Kenaikan Mingguan VS Rival Utama.

Friday, February 26, 2016

ib instaforex
Dolar diperdagangkan turun pada hari Jumat meskipun masih di jalur untuk kenaikan mingguan terhadap mata uang utama, karena para pelaku pasar fokus pada dua hari pertemuan Kelompok 20 negara mata uang dan pembicaraan ekonomi yang dimulai di Shanghai.

Dolar tergelincir sekitar 0,3 persen ke $ 112,70 pada pukul 13:40 wib melawan yen, setelah sempat naik ke 113,21 dan perdagangan sebelumnya memperoleh kenaikan 0,8 persen.

Kenaikan harga minyak membantu memacu rally di Wall Street, yang juga membantu permintaan mata uang safe haven seperti yen.

Sebelumnya, Jepang melaporkan CPI nasional untuk Januari berada pada 0.0%, melebihi perkiraan dengan penurunan 0.2%.

Pemimpin Bank sentral China Zhou Xiaochuan pada hari Jumat mengatakan bahwa kondisi fundamental tidak menjamin akan adanya pelemahan berkelanjutan pada yuan China dan menambahkan ada kemungkinan untuk melakukan kebijakan lanjutan lainnya.

Semalam, dolar melemah terhadap mata uang utama lainnya dalam perdagangan pada hari Kamis, setelah data AS tampak mixed dan karena investor terus fokus pada pasar minyak.

Departemen Tenaga Kerja AS kemarin melaporkan bahwa jumlah individu yang mengisi formulir tunjangan sosial tuna karya untuk periode akhir pekan 20 Februari, meningkat sebanyak 10.000 menjadi 272.000 dari pekan sebelumnya yang tercatat total 262.000. Data tersebut melenceng dari ekspektasi para analis yang mematok kenaikan sebesar 8000, menjadi 270.000

Di bagian lain, rilisan Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa total orderan durable goods melejit sebesar 4.9% pada bulan Januari, sekaligus melibas estimasi analis yang menyajikan angka naik sebatas 2.5%. Untuk data Core durable goods order, yang tidak termasuk item transportasi yang volatile, meningkat sebesar 1.8% pada Januari, juga melampaui ekspektasi naik sebatas 0.2%

Dua potret indikator ekonomi AS berkualifikasi vital tersebut di atas, yang tampil kontradiksi, menjadi alasan bagi para trader dan investor untuk mengambil langkah waspada sembari mengurangi porsi dolar AS, sehingga indeks dolar AS (USD) sebagai parameter kekuatan dolar AS terhadap enam karensi utama lainnya, pada Kamis (25/02/2016) kemarin tampil tertatih-tatih dalam rentang transaksi yang relatif tipis.

Euro naik 0,4 persen menjadi $ 1,1052 namun masih menderita kerugian sekitar 0,6 persen di pekan ini.

Di Eropa, inflasi tetap hampir tidak ada pada bulan Januari dengan harga konsumen tumbuh 0,3 persen tahunan. Yang berada di bawah perkiraan sebelumnya 0,4 persen dan baik di bawah target dekat 2 persen dari Bank Sentral Eropa.

Angka-angka terbaru hanya disemen pandangan pasar bahwa ECB akan harus menambah stimulus segera, kemungkinan pada bulan Maret.

Sementara itu pound menuju penurunan mingguan terbesar sejak Mei 2010 seiring Inggris yang bersiap untuk melakukan pemungutan suara untuk apakah mereka akan meninggalkan Uni Eropa atau tidak.

Sterling koreksi naik tipis 0,1 persen di area $ 1,3970.

Namun Aussie turun tipis 0,1 persen ke area $ 0,7227.

SupraFX IB Instaforex Indonesia, full rebate 1.8, flat rate, full service, depo wd instant.

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex