News Update :

Dolar AS Berusaha Bangkit, Setelah Data Ekonomi Belum Mampu Meyakinkan Kenaikan Suku Bunga

Monday, March 7, 2016

ib insta
Dolar diperdagangakan masih berusaha bangkit pada hari Senin di tengah tekanan mata uang mayor sebagai imbas dari hasil serangkaian data ekonomi Amerika pada akhir pekan lalu telah menguatkan ditundanya perubahan suku bunga Federal Reserve Amerika, sementara dolar Australia Gap bawah oleh aksi profit taking setelah kinerja mingguan terbaik dalam lebih dari empat tahun.

Data payroll membaik, namun di lain pihak data average hourly earnings justeru kurang menggembirakan. Fokus data inflasi yang terjadi di AS saat ini akan dijadikan pertimbangan oleh bank sentral AS dalam menentukan langkah kebijakan moneter selanjutnya.

Greenback awalnya meningkat oleh reaksi NFP yang optimis menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sebanyak 242K.

Namun laporan Average Hourly Earnings m/m menurun ke -0.1% dari bulan sebelumnya 0.5%.

Janet Yellen dalam beberapa kesempatan telah menegaskan bahwa fundamental ekonomi AS yang akan berperan dimana pemulihan ekonomi Amerika saat ini tumbuh moderat, namun disisi lain ancaman pelambatan ekonomi global telah memaksa Federal Reserve AS untuk menunda perubahan kebijakan moneter bank sentral pada pertemuan berikutnya, sehingga mempengaruhi suku bunga.

Dolar AS turun 0,3 persen ke $ 113,66 melawan yen pada pukul 14:00 wib.

Perkiraan pergerakan dolar Amerika hari ini berpeluang melemah terhadap major currencies. Meredupnya optimisme akan kenaikan suku bunga The Fed untuk pertemuan bank sentral pada bulan ini masih akan membebani laju greeback.

BOJ diadopsi suku bunga negatif pada bulan Januari, ada sedikit usaha melemahkan yen. Namun penguatan yen akhir-akhir ini disebabkan oleh dorongan sentimen safe heaven.

Euro saat ini melemah tipis di area $ 1,0984, setelah pada akhir pekan ditutup menguat 0,5 persen.

Mata uang euro masih mempertahankan pemulihannya menyusul sikap Fed yang mengindikasikan menunda perubahan suku bunga, hal ini bisa diinterpretasikan oleh para investor mengenai kekhawatiran divergen suku bunga ECB dan Fed yang menjadi faktor dominan pelemahan euro secara perlahan mulai mereda.

Sterling koreksi melemah 0,2 persen ke area $ 1,4196, setelah dalam sepekan berturut-turut rebound menguat lebih dari 3 persen.

Aussie saat ini menguat tipis setelah mengalami Gap bawah di area $ 0,7408 setelah sebelumnya meningkat ke tertinggi 4 bulan. Kondisi seperti ini menunjukkan percepatan tak terduga dalam ekonomi Australia, yang mengurangi kemungkinan pemotongan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

SupraFX IB Instaforex Indonesia, full rebate 1.8, flat rate depo=wd.



Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex