News Update :

Yen Paling Berjaya, Euro Paling Terpuruk [Analisa lengkap]

Tuesday, March 1, 2016

ib instaforex
Yen diperdagangakan lanjut menguat di awal sesi Asia pada hari Selasa, menyentuh level tertinggi dua tahun melawan euro seiring pelaku pasar gugup memburu mata uang safe haven Jepang bahkan China mengambil langkah-langkah baru untuk merangsang pertumbuhan ekonomi nya.

Euro jatuh sampai menyentuh ke 122,08 EURJPY, mencapai titik terendah yang tidak terlihat sejak April 2013 dan saat ini berada di area $ 122,42 pada pukul 11:15 wib.

Dolar juga merosot melawan yen menyentuh ke titik $ 112,15, setelah sebelumnya anjlok lebih dari 1 persen dan saat ini berada di area $ 112,54 masih melemah sekitar 0,1 persen.

Penguatan safe-haven yen didukung oleh China yang mengambil langkah untuk melemahkan mata uangnya dan meningkatkan likuiditas pasar pada hari Senin, menambah kekhawatiran atas prospek nomor dua ekonomi dunia itu.

Yen juga mendapat dukungan setelah pertemuan akhir pekan para pemimpin G20 berakhir tanpa langkah-langkah konkret untuk membawa ekonomi global kembali ke jalur yang lebih baik.

EURUSD turunberada di area $ 1,0876 setelah sebelumnya melemah 0,5 persen.

Data menunjukkan bahwa inflasi harga konsumen zona euro turun 0,2% bulan ini, menghilangkan harapan untuk kenaikan sebesar 0,1% dan menyusul kenaikan 0,3% pada bulan Januari. Angka tersebut adalah tingkat inflasi negatif pertama sejak September, ketika harga konsumen turun 0,1%, dan jauh di bawah target Bank Sentral Eropa.

Indeks Harga Konsumen Inti (Core CPI), yang tidak termasuk makanan, energi, alkohol, dan tembakau meningkat 0,7% pada bulan Februari, di bawah perkiraan untuk 0,9% dan turun dari 1,0% bulan sebelumnya.

GBPUSD naik dalam dua hari ini dan saat ini berada di area $ 1,3934 naik 0,2 persen setelah sebelumnya naik 0,6 persen, namun masih tetap berada di dekat level terendah dalam tujuh tahun di 1,3835.

Data pada Senin menunjukkan bahwa pinjaman bersih individu di UK meningkat £5,3 miliar pada bulan Januari, melebihi ekspektasi untuk kenaikan sebesar £5,2 miliar. Sterling tetap berada di bawah tekanan di tengah ketidakpastian yang sedang berlangsung atas masa depan UK di Uni Eropa.

Sementara itu, dolar Australia saat ini melemah 0,1 persen ke area $ 0,7134 setelah sebelumnya sempat menguat 0,2 persen seiring pasar sedang menunggu keputusan RBA berkaitan dengan tingkat suku bunganya.

Penurunan pagi ini juga didorong oleh buruknya data Building Approvals yang turun dari 8,6% ke negatif 7,5%.

Selain agenda RBA tersebut para pelaku perrdagangan forex juga akan fokus pada data Manufacturing PMI Inggris yang potensial untuk menjadi beban tambahan bagi GBPUSD.

Dari AS data ISM Manufacturing PMI yang diprediksi akan mendapat sedikit peningkatan kemungkinan besar akan menjadi konfirmasi lanjutan terhadap data PDB AS di pekan lalu yang menjadi titik pertahanan bagi dolar As.

SupraFX IB Instaforex Indonesia full rebate 1.8, flat rate, depo wd instant, pendaftaran trading forex online.

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex