News Update :

Dolar Masih Berada di Jalur Penguatan

Friday, May 20, 2016

ib insta
Dolar As diperdagangkan berada di area tertinggi dalam hampir dua bulan terhadap mayoritas mata uang utama pada Jumat pagi, di jalur keuntungan dalam tiga pekan seiring pelaku pasar sudah mencium indikasi kenaikan suku bunga AS pada awal bulan depan.

President Federal Reserve New York, William Dudley mengatakan pada Kamis bahwa ekonomi AS bisa cukup kuat untuk menjamin kenaikan suku bunga pada bulan Juni atau Juli.

Komentarnya diperkuat sinyal mengejutkan yang jelas dari kenaikan suku bunga yang akan segera terjadi di menit pertemuan kebijakan Federal Reserve pada April dan didukung pergerakan greenback yang sudah tegas.

Indeks dolar terakhir berdiri di 95,293, dan telah naik setinggi 95,502 - level yang terakhir terlihat pada 29 Maret Itu naik 0,7 persen minggu ini dan telah meningkat 2,4 persen dalam tiga minggu terakhir.

Berkurangnya klaim pengangguran juga turut menguatkan greenbank, hasil perhitungan aplikasi tunjangan pengangguran yang berakhir pada 14 Mei silam turun sebesar 16 K menjadi 278 K setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam setahun 294 K pada minggu sebelumnya. Hal tersebut sekaligus menjadi penurunan terbesar sejak bulan februari, meskipun begitu angka 278 K masih sedikit meleset dari prediksi ekonom 275 K.
Rilis jumlah klaim pengangguran tersebut membuktikan bahwa pasar tenaga kerja AS semakin sehat, karena mampu bertahan di bawah angka 300 K selama 63 pekan secara beruntun. Data klaim pengangguran tersebut akan menambah trend positif bagi dollar AS dimana sebelumnya hasil notulen pertemuan FOMC mengisyaratkan Federal Reserve membuka peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Juni mendatang jika kondisi perekonomian AS tetap berada di jalur pemulihan.
Terhadap yen, greenback mencapai tertinggi tiga minggu di 110,33, saat ini berada di area $110,03 pada pukul 10:50 wib sebagai melemanya Wall Street dan ditopang juga oleh mata uang safe haven Jepang.

Euro berada di area $ 1,1202, setelah menyentuh terendah dalam lebih dari tujuh minggu di $ 1,1179.

Sterling paling menonjol diantara mata uang lalinnya, yang naik secara luas setelah laporan penjualan ritel Inggris yang kuat dan kemungkinan berkurang dari pemangkasan suku bunga.

Pound mencapai dua minggu tinggi $ 1,4663 dan saat ini melemah tipis di area di $ 1,4591.

Dolar Australia terus merosot di area $ 0,7226 setelah sempat merosot di bawah 72 sen Amerika Serikat untuk pertama kalinya sejak awal Maret.

Pedagang akan kesulitan untuk menemukan data penggerak pasar dari Asia hari ini dan masih nampak flat, sampai malam ini sebagai penutupan akhir pekan.

SupraFX IB instaforex Indonesia, flat rate, full rebate 1,8.



Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex