News Update :

Dolar Menguat Melawan Yen di Beige Book FED

Thursday, July 14, 2016


ib insta forex indonesia
Dolar AS diperdagangkan menguat melawan Yen seiring laporan Beige Book FED, walaupun melawan mata uang mayor lainnya melemah.

USDJPY naik sekitar 1 persen di area $ 105.55 pada pukul 13:50 wib, menguat tertinggi sejak 3 pekan terakhir.

Yen melemah terhadap Dolar AS seiring fokus pasar pada kebijakan Bank Sentral Jepang (BoJ) apakah akan memperluas stimulus moneternya atau tidak di akhir bulan ini. Di sisi Dolar AS, Federal Reserve melaporkan hasil survei Beige Book yang menunjukkan hasil bahwa pertumbuhan ekonomi AS secara umum meningkat.

Data indeks Dolar AS semalam menghapus penurunan yang cukup tajam setelah survei Beige Book Federal Reserve yang dinantikan pada hari Rabu kemarin menunjukkan bukti bahwa pertumbuhan ekonomi AS tumbuh dalam level modest (sedang) di sebagian besar wilayah negara tersebut dalam periode bulanan hingga tanggal 1 Juli.

Dalam waktu yang sama, responden dari 12 distrik Federal Reserve melaporkan indikasi pertumbuhan sektor ketenagakerjaan dalam level modest, sedangkan tekanan upah tumbuh dalam level sedang hingga moderat (cukup), dan belanja konsumen yang secara umum berada dalam level yang positif walaupun sejumlah sinyal pelemahan juga muncul.

Tiga wilayah The Fed, yakni Dallas, Chicago, dan Boston sempat menyatakan bahwa referendum Inggris memberikan dampak pada aktivitas bisnis di daerah mereka, namun wilayah-wilayah lainnya menyatakan tidak terpengaruh atas keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa.

Mengenai kapan suku bunga Fed, para anggota FOMC menyampaikan pidato yang menunjukkan perbedaan pendapat mereka dalam prediksi waktu pelaksanaan kenaikan suku bunga AS. Presiden The Fed untuk wilayah Kansas City, Esther Geroge, dan untuk wilayah Cleveland, Loretta Mester, menyiratkan indikasi kenaikan suku bunga secara bertahap dalam jangka waktu menengah.

Sedangkan, presiden The Fed untuk wilayah St. Louis dan Minnesota tampak lebih sabar dalam melakukan pendekatan kebijakan ketat. Presiden The Fed untuk wilayah Dallas, Rob Kaplan, mengatakan bahwa The Fed lebih akomodatif tergantung data inflasi dan ketenagakerjaan. Sementara Presiden The Fed Philladelphia masih yakin The Fed bisa menaikkan suku bunganya sebanyak dua kali tahun ini.

Sementara itu, Sterling masih menguat terhadap dolar AS menjelang keputusan suku bunga oleh BoE nanti malam.

GBPUSD menguat 0.6 di area $1.3214. Nanti malam BoE diharapkan untuk memangkas suku bunga acuan setelah memegang harga stabil selama lebih dari tujuh tahun, dikarenakan oleh dampak ekonomi dan keuangan dari suara Brexit bulan lalu ketika refrendum.

Sebelumnya hari ini, Komite kebijakan moneter bank sentral (MPC) bertemu pada hari Rabu untuk pertama kalinya sejak Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dalam sebuah referendum pada 23 Juni. Banyak pelaku pasar melihat BoE akan memangkas suku bunga acuan bunga untuk 0,25 persen. Dan ini akan menjadi langkah pertama Bank sentral sejak pemotongan harga 0,50 persen dari 1.0 persen di bulan Maret 2009.

Pada akhir Juni, Gubernur BoE Mark Carney mengeluarkan petunjuk yang mengisyaratkan perubahan kebijakan yang akan datang. “Keadaan ekonomi memburuk dan beberapa kebijakan moneter akan mengurangi kemungkinan yang terburuk,” katanya dalam sebuah pidato pada 30 Juni di London.

EURUSD menguat tipis 0,1 persen di area $ 1,1103, melanjutkan penguatan sebelumnya.

AUDUSD menguat 0,2 persen di area $ 0,7629, berada diarea tertinggi selama tiga pekan terakhir.

SupraFX IB Instaforex Indonesia, flat rate depo=wd, full rebate besar 1,8, daftar trading forex online.
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex