News Update :

Jum'at Pagi Dolar AS Beranjak Menguat

Friday, August 19, 2016

ib insta forex indonesia
Dolar AS diperdagangkan menguat di sesi Asia pagi pada hari Jum'at, seiring data yang dirilis semalam positif walaupun dipekan ini melemah akibat keputusan FOMC tentang penundaan suku bunga.

USDJPY menguat 0,3 persen di area $ 100,23 pada pukul 10:00 wib.

Data AS Unemployment Claims positif yaitu pengangguran berkurang ke area 262K dari sebelumnya 266K, dan data Philly Fed Manufacturing Index menguat tajam menjadi 2.0 dari bulan sebelumnya -2.9.

Yen telah mengalami pelemahan terhadap dollar AS pada Jumat pagi ini ketika greenback tengah memasuki fase koreksi pasca pelemahan yang dialami akibat hasil pertemuan kebijakan The Fed.

Dalam hasil pertemuan tersebut, para pejabat The Fed mengharapkan waktu yang lebih banyak guna menimbang perkembangan ekonomi ke depannya, sehingga mereka mampu memperjelas kapan langkah kenaikan suku bunga lebih lanjut dapat terealisasi.

Sebagian besar anggota The Fed pada dasarnya telah menyetujui bahwa sebelum dilakukannya langkah – langkah penghapusan akomodasi kebijakan moneter, mereka harus berbesar hati untuk terus memantau pertumbuhan ekonomi dan kondisi pasar tenaga kerja.

EURUSD turun 0,2 persen ke area $ 1,1330 pagi ini, setelah ke puncak level tinggi di 1.1363, Euro sedang dalam jalur untuk mendapat perolehan 1.6 persen pekan ini.

Para pejabat The Fed setuju bahwa masih dibutuhkan lebih banyak data ekonomi lagi sebelum menaikkan suku bunga, walaupun secara umum, mereka masih yakin terhadap outlook ekonomi AS dan pasar tenaga kerja.

Presiden The Fed untuk wilayah New York, William Dudley, mengatakan bahwa sektor ketenagakerjaan dan upah tenaga kerja akhirnya menguat. Perekonomian pun makin berada dalam jalurnya dan di awal pekan ini. Dudley mengatakan, ada kemungkinan bank sentral menaikkan tingkat suku bunga pada rapat tanggal 20-21 September.

Di samping itu, data pada hari Kamis malam kemarin menunjukkan, jumlah penduduk Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran pada akhir pekan lalu menyusut lebih banyak dari yang diperkirakan. Kendati kondisi data ketenagakerjaan menunjukkan perkembangan yang memuaskan, para ekonom lebih melihat bahwa peluang kenaikan suku bunga The Fed lebih besar saat pertemuan pada bulan Desember ketimbang September, mengingat ketidakpastian yang bisa saja terjadi sebelum Pemilu AS pada November, demikian hasil survei Reuters.

Sementara itu, indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang mayor lainnya, melorot 1.5 persen pekan ini, walaupun naik 0.1 persen ke angka 94.245. Indeks Dolar sempat menyentuh ke level rendah 94.077 di hari Kamis, titik nadir sejak tanggal 23 Juni.

GBPUSD turun 0,3 persen ke area $ 1,3136 setelah di pekan ini menguat sekitar 3 persen.

AUDUSD turun 0,5 persen ke area $ 0,7631.

SupraFX IB Instaforex Indonesia, flat rate, full rebate 1,8, daftar trading forex micro indonesia.

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex