News Update :

Sterling anjlok setelah komentar PM Inggris Theresa May

Monday, October 3, 2016

ib instaforex
Sterling diperdagangkan anjlok ke terendah tiga bulan melawan Dolar AS pada hari Senin setelah PM Inggris Theresa May mengatakan bahwa dirinya akan segera memacu proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa hingga pada akhir Maret 2017 segalanya telah rampung, sementara dolar menguat karena kekhawatiran tentang Deutsche Bank surut dan pelaku pasar fokus pada NFP AS di akhir pekan ini.

GBPUSD melemah 0,4 persen ke area $ 1,2879 pada pukul 16:20 wib setelah sebelumnya sempat anjlok 0,7 persen.

Dan isu seputar prospek kenaikan suku bunga AS tetap menjadi porsi atensi utama bagi pasar uang, bersamaan dengan variabel dari rilisan data-data berkualifikasi sangat signifikan, terutama yang berimplikasi langsung terhadap wacana kenaikan suku bunga AS, semisal sektor pasar kerja dan data inflasi. Secara general, prospek kenaikan suku bunga AS belum benar-benar memudar, serta masih menjadi agenda krusial bagi Fed.

EURUSD masih flat di area $ 1,1229, setelah di akhir pekan ditutup menguat 0,2 persen.

USDJPY naik 0,2 persen di area $ 101,40.

Bank survei Tankan kuartalan Jepang sentimen bisnis yang dirilis pada Senin pagi menunjukkan bahwa produsen besar Jepang mengharapkan dolar rata-rata 107,92 ¥ untuk tahun fiskal Maret 2017.

Fokus utama di pekan ini tertuju pada data laporan non-farm payrolls AS pada hari Jumat, yang bisa memperkuat harapan bahwa Federal Reserve AS berada di jalur untuk menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini.

AUDUSD naik 0,1 persen di area $ 0,7672, menjelang keputusan kebijakan bulanan pada hari Selasa oleh Reserve Bank of Australia (RBA).

Bank sentral Australia secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga pada rekor rendah 1,5 persen.
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex