News Update :

Dolar AS Menguat seiring Notulen FOMC akan Fed Hike

Thursday, November 24, 2016

instaforex indonesia ib
Dolar AS diperdagangkan menguat seiring kenaikan suku bunga The Fed yang sudah di depan mata. Ekonomi Amerika Serikat dianggap sudah cukup untuk menjalaninya. Pernyataan tersebut tercantum dalam notulen rapat FOMC November 2016 yang telah digelar beberapa hari sebelum Pemilu AS yang lalu.

USDJPY saat ini menguat 0,7 persen di area $ 113,18 pada pukul 14:40 wib, kemarin juga melonjak lebih dari 1 persen dan penguatan ini menuju titik terkuat selama delapan bulan.

Notulen yang dirilis pada Kamis (24/November) dini hari tadi menyatakan, para pejabat The Fed memilih untuk mempertahankan tingkat suku bunga pada bulan November ini. Esther George dan Loretta Mester--masing-masing merupakan Presiden The Fed untuk wilayah Kansas City dan Cleveland--tetap menjadi tokoh yang menginginkan kenaikan suku bunga pada bulan November.

Pendapat dua orang tersebut itu kalah banyak meski sebagian besar anggota komite rapat sudah yakin akan kemajuan ekonomi AS. Namun, mereka lebih memilih untuk menunggu sejenak, melihat bukti-bukti yang lebih jauh atas kemungkinan full-employment dan stabilitas inflasi.

Menjelang pemilu, Ketua The Fed, Janet Yellen, mendapat kritik dari calon Presiden AS, Donald Trump. Ia mencurigai Yellen "memainkan" suku bunga rendah karena ditumpangi kepentingan tertentu. Yellen pun menampik tuduhan itu dengan mengatakan bahwa suku bunga rendah dibutuhkan untuk menghindarkan ekonomi AS dari bencana. Lagipula, politik di mata Yellen tak punya peran sama sekali dalam perumusan kebijakan ekonomi.

Oleh karena itulah, pasar finansial sekarang sudah yakin sepenuhnya bahwa FOMC pada bulan Desember akan menjadi hari diputuskannya kenaikan suku bunga. Terlebih lagi, rencana kebijakan Trump yang merujuk pada proyek berbiaya besar dan pemotongan pajak, tak bisa dijalankan jika suku bunga tetap rendah. Defisit neraca berjalan AS diramalkan akan menggembung pula karena kebijakan Trumponomics tersebut.

Menurut CME Group, pasar futures mengindikasikan peluang kenaikan sebesar 93.5 persen pada tanggal 14 Desember. Pasar juga bertaruh bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga lagi pada FOMC bulan Juni 2017.

Sementara itu EURUSD saat ini melemah 0,3 persen ke area $ 1,0525 dan menyentuh level terendah hampir 1 tahun.

GBPUSD melemah tipis 0,1 persen ke area $ 1,2424.

AUDUSD melemah tipis ke area $ 0,7370, melemah sekitar 4 persen dalam dua pekan terakhir.

SupraFX IB Instaforex Indonesia, Full Rebate, Flat Rate Depo = WD, daftar trading forex.


Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex