News Update :

Euro dibayangi Ancaman Italian Exit (Italeave)

Tuesday, November 15, 2016

ib instaforex
Euro diperdagangkan anjlok sejak awal pekan ini mencapai level terendah 10 bulan melawan dolar AS seiring penguatan Dolar AS pasca Pemilu Presiden AS. Meski kemenangan Donald Trump mulanya diperkirakan bakal menjatuhkan Greenback, tetapi sikap presiden AS terpilih tersebut yang condong pada rekonsiliasi daripada permusuhan kembali membesarkan harapan pelaku pasar.
Namun selain faktor Pilpres AS, Euro menghadapi ancaman "Italian Exit (Italian Leave/Italeave)" dari Uni Eropa.

EURUSD saat ini bertahan di area $ 1,0749 pada pukul 10:00 wib, setelah sebelumnya jatuh lebih dari 1 persen.

Yang melatar belakangi Italian Exit yaitu setelah adanya referendum Brexit pada bulan Juni lalu menghasilkan putusan tak terduga dimana Inggris akan segera meninggalkan Uni Eropa, telah diprediksikan bahwa itu dapat memicu negara-negara lain untuk ikut menggelar referendum serupa akibat meluasnya ketidakpuasan terhadap kebijakan-kebijakan UE. Sentimen anti UE ini makin menguat lagi setelah kemenangan Donald Trump yang dianggap ultra nasionalis dan pro-proteksionisme dalam Pilpres AS.

Benih-benih Italeave sendiri sudah lama bersemi di Italia, tepatnya sejak partai Five Star Movement (M5S) dirintis tahun 2009. Partai ini merupakan partai kedua terbesar di Italia setelah partai Demokratik yang dipimpin oleh Perdana Menteri saat ini, Matteo Renzi. Dalam peta politik Italia, secara implisit telah dipahami bahwa kemajuan bagi Five Star Movement akan mendekatkan Italia ke pintu keluar dari Uni Eropa.

Menurut Boris Schlossberg dari BK Asset Management, aksi jual atas Euro kemarin terutama diakibatkan oleh kerisauan kalau-kalau Italia akan memasuki periode ketegangan politik yang bisa mengancam status keanggotaannya di Uni Eropa.

Pasalnya, pada tanggal 4 Desember mendatang, Italia akan menggelar referendum tentang perubahan konstitusi. Referendum tersebut dimaksudkan untuk memungkinkan lebih banyak keputusan diambil di tingkat federal, sehingga pemerintah bisa memusatkan sistem pengambilan keputusan dan mengadakan reformasi yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi Italia saat ini.
Akan tetapi, dukungan bagi referendum yang digawangi PM Matteo Renzi tersebut belakangan anjlok, dengan pilihan "No" memimpin. PM Matteo Renzi menyatakan akan mengundurkan diri jika referendum gagal, sedangkan lawan politiknya dari Partai M5S dan Northern League telah mengambil alih isu ini sebagai suatu cara untuk menentang posisi Pro-Uni Eropa sang PM. Konsekuensinya, isu perubahan konstitusi yang diboyong referendum tersebut kini dipandang sebagai "proxy" atas komitmen Italia untuk tetap tinggal atau keluar dari Uni Eropa.

EUR/USD Bisa Tembus 1.05?
Italia adalah negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Uni Eropa, serta merupakan salah satu pengguna mata uang Euro. Hal ini membuat ancaman Italeave lebih signifikan bagi Euro ketimbang Brexit. EUR/USD kini sudah babak belur, tetapi sentimen pasar nampaknya masih negatif. Menurut Kathy Lien dalam catatannya pagi ini, hal itu membuka kemungkinan untuk ditembusnya level rawan 1.05, terutama karena selisih yield obligasi Jerman-AS kini menyentuh level terendah dalam 10 tahun.

Maria Paola Toschi, Global Market Strategist di JPMorgan Asset Management, pun mengatakan pada CNBC pekan lalu bahwa referendum Italia pada bulan Desember mendatang bisa menciptakan volatilitas di pasar menjelang akhir tahun. Sementara Ana Thaker, ekonom dari PhillipCapital UK, menyatakan event referendum Italia takkan se-signifikan Pilpres AS, tetapi tak boleh diremehkan karena bisa sama signifikannya dengan Brexit. Menurutnya, "Keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa adalah tanda masalah pertama dalam kesatuan ini, jika Italia memutuskan untuk keluar (juga), maka itu adalah konfirmasi kalau kesatuan dalam masalah dan bisa memicu gejolak jangka panjang di pasar dimana ekuitas Eropa akan jadi yang paling menderita."

Tak semua pakat sepakat. Daniele Antonucci dan Phanikiran Naraparaju dari Morgan Stanley mengatakan pada Business Insider bahwa berdasarkan konstitusi Italia, mereka tak bisa mengadakan referendum untuk apapun yang berkaitan dengan perjanjian internasional, termasuk keanggotaan di Uni Eropa. Dengan kata lain, "tembok" yang harus diloncati Italia untuk keluar dari UE akan lebih tinggi dibanding Inggris, Perancis, atau negara-negara lainnya. Apalagi, meski M5S belakangan ini makin populer, tetapi mereka belum diproyeksikan akan mampu memenangkan dua pertiga kursi di parlemen dalam waktu dekat, sehingga Italeave jelas masih jauh. [sumber]

GBPUSD saat ini bertahan di area $ 1,2487 setelah sebelumnya melemah sekitar 1 persen.

AUDUSD menguat tipis di area $ 0,7560, setelah sebelumnya menguat tipis.

USDJPY juga masih sepi di area $ 108,28 setelah menguat ke tertinggi selama 5 bulan.

SupraFX IB Instaforex Indonesia, full rebate, Flat rate, depo-wd instant.

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex