News Update :

Dolar AS Anjlok Setelah Rilis Suku Bunga Fed.

Thursday, March 16, 2017

ib instaforex indonesia
Dolar AS diperdagangkan mengalami kerugian sejak rilisnya suka bunga FOMC semalam, namun mengisyaratkan ada pick-up dalam laju pengetatan seiring pergerakan obligasi AS mengalami rally terbesar dalam sembilan bulan.

USDJPY berada di kisaran terendah sejak dua pekan ke area $ 113,27 pada pukul 14:00 wib, setelah sebelumnya anjlok 1,5 persen setelah kenaikan suku bunga.

Suku bunga sesuai perkiraan di angka 1.00 % setelah sebelumnya di angka 0.75%.

Yield Treasury AS turun tajam karena reaksi sikap kebijakan the Fed dan mendorong dolar jatuh lebih dari 1 persen terhadap yen.

5 Penyebab Dolar Justru Melorot Pasca FOMC

1) Di sisi lain, situs Forex Crunch mengungkap ada 5 alasan yang paling mungkin menyebabkan kemerosotan Dolar AS pasca kenaikan suku bunga AS, di antaranya:
Tidak ada perubahan proyeksi. Dot-plot kenaikan suku bunga The Fed tidak diubah dengan median 3 kali kenaikan hingga 1.4 persen pada tahun 2017 dan hingga 2.1 persen pada 2018. Menaikkan suku bunga bukan berarti membuat level kenaikan baru ke depan. Yellen juga tak menjelaskan dengan rinci mengapa bulan ini dipilih sebagai timing untuk Fed Hike.

2) Tidak ada penilaian ulang dalam outlook ekonomi. Pernyataan ini telah disampaikan oleh Ketua The Fed, Janet Yellen, bahwa ia tidak melihat adanya percepatan pertumbuhan, inflasi, dan perolehan tenaga kerja. Seluruhnya menunjukkan kemajuan seperti yang sudah diperkirakan. Pernayataan inilah yang membuat pasar kecewa. Yellen memang optimistis, tetapi tidak seyakin yang diharapkan pasar.

3) Mendekati rate yang "netral". Kata "netral" terus dipakai oleh Ketua The Fed. Jadi, menaikkan suku bunga sekarang ini tidak berarti akan lebih banyak kenaikan setelahnya. Dengan kata lain, Yellen akan memilih untuk menghentikan kenaikan suku bunga setelah siklus tiga kali kenaikan tercapai. Ke depan memang akan ada kenaikan lagi, tetapi Ketua The Fed tersebut tak memberikan 'lampu' apapun.

4) Masih ada yang sangat dovish. Neil Kahskari, Presiden The Fed untuk wilayah Minnesota, menganggap kenaikan suku bunga pada bulan Maret ini adalah tindakan yang berlebihan. Kashkari punya suara dalam FOMC tahun ini, dan ia lebih memilih menyorot regulasi perbankan serta tetap menunjukkan ke-dovish-an-nya. Sentimen yang dovish tak baik bagi Dolar AS.

5) Buy The Rumor, Sell The Fact, merupakan reaksi pasar akan FOMC kali ini. Namun, tak seperti yang diperkirakan sebelumnya, kali ini akan berlangsung lebih lama. Pergerakan lebih jauh diperkirakan akan timbul saat memasuki sesi Eropa hari ini.


Sementara itu, EURUSD melonjak ke tertinggi selama 6 pekan di area $ 1,0731, setelah sebelumnya melonjak sekitar 1,4 persen.

Euro mendapat bonus tambahan ketika menunjukkan partai anti-Uni Eropa dari Geert Wilders memenangkan kursi lebih sedikit dari yang diharapkan pada pemilu Belanda, menenangkan kekhawatiran opini publik Uni Eropa akan ditinggalkan.

Pelaku pasar nampak sudah lega seiring kenaikan suku bunga AS, namun pergolakan politik di Eropa dapat menambah kekhawatiran pasar negara berkembang.

GBPUSD masih di posisi koreksi ke area $ 1,2281, stelah sebelumnya naik 1,4 persen.

AUDUSD menguat ke tertinggi selama 3 pekan di area $ 0,7695, setelah sebelumnya melonjak sekitar 1,6 persen. Namun hari ini sedikit melemah setelah rilis data pekerjaan.

SupraFX IB Instaforex Indonesia, ada Rebate bulanan, Flat Rate depo=wd, ada hadiah Smartphone dan Kaos keren.

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex