News Update :

Akankah Pelemahan Dolar Berlanjut? seiring Trump Jilat Ludah Sendiri.

Thursday, April 13, 2017

ib instaforex indonesia
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang berhubungan dengan Dolar AS dan suku bunga sukses menjadi topik utama pasar keuangan hari Kamis (13/Apr) ini jelang libur internasional Paskah besok.

USDJPY naik tipis $ 109,13 pada pukul 14:00 wib, setelah sejak di awal pekan ini anjlok sekitar 2 persen.
Dolar AS masih melemah melawat mata uang mayor lainnya.

EURUSD melemah sekitar 0,1 persen ke area $ 1,0653, setelah sebelumnya menguat 0,6 persen.

GBPUSD naik 0,1 persen di area $ 1,2545, sejak di awal pekan ini menguat 1,5 persen.

Sementara itu, AUDUSD menguat tajam 0,6 persen di area $ 0,7578, dorongan ketenagakerjaan Australia yang cemerlang dan pernyataan kontroversial dari Presiden AS Donald Trump yang membuat dolar AS anjlok.

Terhadap Yen, Dolar tersungkur ke low lima bulan di angka 108.837. Padahal awal pekan lalu, USD/JPY sempat bertengger di level 111-an. Sedangkan terhadap Euro, Dolar menjunjung mata uang tersebut hingga 0.1 persen dan diperdagangkan di angka 1.06721 dari sebelumnya di angka 1.0599.

Ada tiga poin yang paling disoroti dari pernyataan Trump dalam wawancara dengan Wall Street Journal dini hari tadi:

1. Senang Jika Suku Bunga Rendah

Pertama, mengenai suku bunga The Fed dan Janet Yellen. "Sejujurnya, saya suka tingkat suku bunga rendah," kata Trump. Trump juga memutar balikkan komentar-komentar pedasnya pada Ketua The Fed wanita pertama, Janet Yellen. Jika pada kesempatan-kesempatan terdahulu Trump selalu melayangkan kritikan pedas pada bank sentral negara yang dipimpinnya. Namun malam tadi, Trump justru mengatakan bahwa dirinya senang dengan kebijakan-kebijakan moneter Yellen.

Khususnya pada sentimen Yellen untuk bersikap dovish. Yellen memang cenderung hati-hati dalam menaikkan suku bunga karena memprioritaskan pencapaian full-employment. Ia bahkan menambahkan "iming-iming" akan kembali menunjuk Yellen sebagai ketua pada 2018 mendatang.

2. Dolar Yang Kuat Sebabkan Bisnis Di Luar AS Tak Kompetitif

Kedua, Dolar AS pun masih disebut terlalu kuat oleh Trump. "Sangat, sangat sulit untuk bersaing saat Dolar (AS) kita kuat sementara negara-negara lain justru sedang mendevaluasi mata uangnya." ungkap Trump yang dikutip oleh Business Insider Australia. Trump khawatir penguatan pesat Dolar AS akan menyebabkan banyak kerugian bagi perusahaan-perusahaan AS di luar negeri.

3. China Tak Manipulasi Mata Uang

Entah apakah ini merupakan hasil pertemuan Trump dengan Presiden Xi minggu lalu atau bukan, Trump menarik tudingannya pada China tentang mata uang. Trump menyatakan bahwa China tidak perlu dianggap sebagai manipulator mata uang. Trump diketahui pernah menuduh beberapa negara di antaranya Jepang, Jerman, dan China "ada main" dengan nilai mata uang mereka.

Hal ini bertolak belakang dengan pernyataannya saat masa kampanye dan pasca dilantik menggantikan Barack Obama. Menurut Bloomberg, Trump berubah pikiran karena ingin menurunkan risiko akan terjadinya aksi jual obligasi pemerintah AS oleh China akibat marah dijuluki manipulator mata uang.


Akankah Dolar Terus Merosot?

Komentar Trump itu seolah meruntuhkan kesan yang telah dibangunnya di awal masa jabatannya. Diketahui, retorika-retorika mantan pebisnis itu merupakan sumber energi bagi bull Dolar, khususnya dalam hal proteksi perdagangan dan pembangunan infrastruktur.

"Komentar Trump muncul saat orang-orang mulai berpikir bahwa Presiden AS itu tak mendukung lemahnya Dolar," kata Shin Kadota, Ahli Strategi mata uang di Barclays, Tokyo. "Namun sekarang, ia malah menekankan pandangannya bahwa kuatnya mata uang melukai persaingan (dagang) AS, dan tekanan turun baru bagi Dolar akhirnnya bertambah."

Sekarang pertanyaannya, apakah kemerosotan Dolar AS terhadap pair-pair mayor ini akan berlangsung lama? Kathy Lien, Direktur dan analis BK Asset Management, menjawab: kemungkinan tidak. USD/JPY memang masih bisa turun sampai ke level support 108.70, tetapi perlu diperhatikan bahwa libur Paskah besok bisa menjadi kesempatan bagi orang-orang untuk profit taking pada posisi short Dolar.

Data PPI (inflasi produsen) juga dijadwalkan akan dirilis besok, tetapi suku bunga dan kabar-kabar utama lainnya akan memberikan pengaruh yang lebih besar bagi arus pergerakan Dolar AS. Dalam 24 jam ke depan, lanjut Lien, mata uang-mata uang komoditas akan menjadi pemeran utama di pasar.

[Sumber: Seputarforex]

SupraFX IB Instaforex Indonesia, ada Rebate bulanan, Flat Rate Depo=WD, ada hadiah Smartphone dan Kaos keren.

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex