News Update :

Dollar AS Melemah, Fokus Pasar ke Uji Nuklir Korut

Monday, May 15, 2017

ib instaforex indonesia
Dolar AS diperdagangkan menguat melawan Yen, namun melemah melawan matauang utama lainnya, seiring setelah data-data ekonomi AS minggu lalu tidak sesuai harapan. Selain itu, uji coba misil oleh Korea Utara (Korut) juga masih mempengaruhi pergerakan Yen sebagai mata uang safe-haven.

USDJPY naik 0,5 persen di area $ 113,56 pada pukul 16:00 wib, setelah di akhir pekan lalu ditutup melemah 0,6 persen.

Saat ini Korea Utara mengatakan bahwa mereka telah berhasil melakukan uji coba pengembangan misil terbaru untuk rentang jarak menengah hingga jarak jauh di hari Minggu kemarin. Aktivitas uji coba tersebut, diberitakan oleh Kantor Berita Korea Utara (KCNA), diawasi langsung oleh Presiden Korut, Kim Jong Un. Tujuannya, untuk mem-verifikasi seberapa jauh kemampuan Korea Utara dalam menghadapi perang nuklir yang bisa sewaktu-waktu terjadi.

Korut menembakkan misil balistik yang mendarat di laut dekat Rusia pada hari Minggu kemarin. Padahal, beberapa hari sebelumnya, Presiden Korea Selatan yang baru dilantik menyebutkan akan mengajak Korut berkompromi dan akan selalu melibatkan Pyongyang dalam dialog internasional.

Sementara itu data Penjualan Ritel AS untuk bulan April menunjukkan kenaikan yang hanya 0.4 persen, lebih kecil daripada ekspektasi. Namun belum cukup untuk menekan Dolar AS dalam waktu lama.

Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunganya dalam pertemuan bulan depan. Tahun ini, bank sentral AS tersebut dinilai masih punya peluang untuk menaikkan suku bunga dua kali lagi setelah kenaikan suku bunga pada bulan Maret lalu.

AUDUSD naik 0,5 persen di area $ 0,7435, padahal Output Industri China Tergelincir.

Produksi Industri China untuk bulan April dilaporkan meleset dari estimasi pada hari Senin (15/Mei). Data tersebut kembali menjadi sinyal bahwa pertumbuhan momentum di negara ekonomi terbesar kedua di dunia ini kembali melambat.

Menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik China, Output Industri China mengalami kenaikan 6.5 persen pada bulan April dalam basis tahunan. Angka tersebut lebih rendah daripada ekspektasi 7.1 persen dan menurun dari angka 7.6 persen pada bulan Maret. Data pada hari ini juga menunjukkan bahwa pertumbuhan investasi fixed-asset mencapai 8.9 persen dalam empat bulan pertama pada tahun 2017, juga meleset 9.1 persen sesuai dengan estimasi Reuters.

Di samping itu, Penjualan Ritel China meningkat 10.7 persen YoY pada bulan April, mematahkan ekspektasi 10.6 persen. Meski demikian, angka tersebut masih lebih lemah daripada perolehan pada bulan Maret di angka 10.9 persen.

EURUSD naik 0,2 persen di area $ 1,0946, setelah di akhir pekan lalu melonjak 0,7 persen.

GBPUSD naik 0,5 persen di area $ 1,2934, setelah di pekan lalu anjlok sekitar 1 persen.

SupraFX IB Instaforex Indonesia, ada Rebate bulanan, Flat Rate Depo=WD, ada hadiah Smartphone dan T-Shirt unik.

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex