News Update :

Elektabilitas PM May dan Pasca Turunnya GDP Melemahkan Sterling, Matauang Komoditi Terimbas OPEC.

Friday, May 26, 2017

dolar ib instaforex indonesia
Sterling diperdagangkan anjlok pada hari Jumat setelah polling menunjukkan peningkatan elektabilitas partai rival PM Theresa May, menjelang pemilu dini yang akan digelar tanggal 8 Juni mendatang. Ditambah buruknya data GDP tiga bulanan yang turut membebani mata uang the cable.

GBPUSD turun 0,7 persen ke area $ 1,2874 pada pukul 13:35 wib, merosot lebih dari 1 persen di pekan ini.

GBPNZD anjlok 1,5 persen ke area $ 1,8287, dalam sepekan ini jatuh sekitar 5 persen.

Data GDP Inggris menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya naik 0.2% QoQ atau 2% YoY pada kuartal pertama tahun 2017. Ini di bawah angka first estimate pada 0.3% QoQ, dan jauh lebih rendah dari laju pertumbuhan kuartal akhir 2016 pada 0.7% QoQ.

Dalam laporan yang sama, Office for National Statistics (ONS) pun menyebutkan bahwa ekspor merosot 1.6%, sementara belanja konsumen melemah dengan mencatat rekor aktivitas rumah tangga terburuk sejak 2014.

Perlambatan GDP ini dinilai sebagai sinyal bahwa proses Brexit sudah mulai menghantam perekonomian Inggris. Inflasi yang meroket bersamaan dengan lambatnya pertumbuhan gaji membuat anggaran rumah tangga-rumah tangga konsumen menjadi makin tertekan. Para ekonom mensinyalir pertumbuhan ekonomi akan terus lesu sepanjang 2017.

Laporan GDP berikut bom di konser Ariana Grande sebelumnya, memukul elektabilitas PM Theresa May dalam polling menjelang pemilu dini yang akan digelar tanggal 8 Juni mendatang. Polling oleh YouGov dan harian Times atas 2,052 orang responden menunjukkan bahwa elektabilitas partai Konservatif yang digawangi PM May hanya 43%, turun 1 persen dibanding seminggu lalu. Sementara partai Buruh yang menjadi oposisi terkuatnya justru naik 3 poin ke 38%.

Sementara itu, mata uang komoditas pun melemah setelah pelaku pasar dikecewakan oleh pengumuman kesepakatan OPEC pasca pertemuan Wina.

AUDUSD turun 0,2 persen ke area $ 0,7436 setelah sebelumnya jatuh 0,7 persen.

OPEC dan negara-negara non OPEC yang dipimpin oleh Rusia, pada hari Kamis kemarin memutuskan untuk memperpanjang pemangkasan output minyak dunia. Perpanjangan tersebut akan diteruskan selama sembilan bulan ke depan, yakni hingga bulan Maret 2018. Akan tetapi, keputusan ini masih di bawah harapan para pelaku pasar yang menginginkan kebijakan yang lebih agresif.

Kebijakan OPEC yang terbilang mengecewakan ini menumbangkan harga minyak hingga 5 persen. Para investor mengharapkan pemangkasan produksi yang lebih besar atau waktu perpanjangan pemangkasan yang lebih panjang.

Lemahnya mata uang-mata uang komoditas memberi jeda bagi kemerosotan Dolar AS, yang masih dikategorikan dalam mode defensif. Kamis dini hari kemarin, notulen rapat The Fed menunjukkan hasil yang sedikit mengurangi ekspektasi kebijakan moneter yang hawkish di pasar.

Pernyataan tersebut merujuk pada kenaikan suku bunga The Fed pada rapat tanggal 14 Juni mendatang. Kendati demikian, sejumlah voters FOMC menambahkan peringatan bahwa akan lebih bijaksana bagi The Fed untuk menunggu bukti-bukti yang muncul lagi setelah penurunan aktivitas ekonomi baru-baru ini.

Trend Greenback saat ini tampak tidak terlalu menguat, kata Satoshi Okagawa, analis pasar global di Sumitomo Mitsui Banking Corp. di Singapura. Menurutnya The Fed tampak akan mengambil pendekatan yang bertahap dan fleksibel dalam mengurangi neraca keuangan.

USDJPY turun 0,4 persen ke area $ 111,40.

EURUSD melemah 0,1 ke area $ 1,1200, dalam sepekan ini masih terhitung flat namun masih di posisi tertinggi dalam lebih dari 6 bulan.

SupraFX IB Instaforex Indonesia, ada Rebate bulanan, Flat Rate depo=wd, ada hadiah smartphone, kaos keren, promo THR ribuan hadiah dll.

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex