News Update :

Stop Loss Sebaiknya Anda Gunakan Kapan ?

Friday, August 25, 2017

Kapan Sebaiknya Anda Melakukan Stop Loss

Untuk melakukan trading sebenarnya anda tidak perlu berlama-lama  didepan monitor komputer anda yang terhubung ke internet. Anda bisa tinggalkan posisi trading anda dan nanti bisa terlikuidasi otomatis apabila anda telah menetapkan stop lossnya. Stop loss adalah menghentikan kerugian. Dalam trading forex istilah yang satu ini adalah untuk menutup posisi yang sedang rugi pada level tertentu. Ada beberapa cara menentukan level stop loss berdasarkan strateginya:

Stop Loss

1. Stop loss pada blind trading?

Blind trading adalah trading yang menitik beratkan pada money management, sehingga sering kali entry point, exid point, target profit teramasuk stop loss pada blind trading bukanlah hasil sebuah analisa melainkan karena perhitungan matematis sebuah strategi trading. Misalnya: open buy sebesar 5% equity pada saat harga open baru terbentuk, target profit 10 point, stop loss 10 point. Dari contoh diatas seorang blind trader tidak memerlukan sebuah analisa dalam menentukan stop loss. Karena begitu transaksinya kalah, dia akan melakukan strategi selanjutnya

2. Stop loss pada real trading

Trading yang benar adalah dengan membuka posisi yang selalu didahului dengan analisa. Dalam trading jenis ini stop loss ditentukan dengan dua cara yaitu:

I . Menggunakan indikator

Indikator sering digunkaan sebagai level stop loss adalah parabolic SAR. Aturan mainnya adalah membuka posisi dengan stop loss nya adalah nilai parabolic SAR pada saat itu.

II . Menggunakan garis Support atau resistance

Support atau resistance adalah level harga yang biasanya dijadikan titik pantul market. Sehingga kita bisa menempatkan posisi stop loss dibelakang garis support dan resistance dengan asumsi bahwa level itu tidak akan tersentuh karena market akan emantul sebelum mengenai level stop loss. Jika garis support dan resistance berhasil di tembus maka harga akan terus melaju, sehingga sudah benar jika kita menempatkan stop loss dibelakang garis support dan resistance

Menentukan garis trend

Garis trend juga bisa dijadikan level stop loss dengan alasan bahwa selama trend itu belum berakhir grafik akan sellau berada didepan garis trend. Jika grafik menyebrang garis trend, bisa dipastikan harga akan terus bergerak menauh berlawanan dengan posisi kita.

Sebenarnya masih ada beberapa cara untuk menentukan level stop loss. Seperti dengan cara klasik, misalnya anda bisa mengunakan level support dan resistance. Untuk menentukan support dan resistance pun ada beebagai cara. Anda bisa memanfaatkan area puncak atau top bisa juga memanfaatkan lembah atau trought/bottom dari chart yang nada lihat. Anda juga bisa menggunakan leve stop loss lainnya seperti perhitungan pivot, fibonaccy retracement, dan lain-lain. Selain itu  saat menentukan level stop loss anda juga harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang penting yang harus anda perhatikan untuk menentukan stop loss seperti:

Time frame yang lebih besar

Perbesar time frame dari grafik, lalu kita lihat kemana trend harga saat itu. Jika trading kita mengikuti trend akan jauh lebih aman menggunakan far point. Far point adalah jika harga bergerak menembus resistance maka anda menempatkan stop loss dibawah support level, dan sebaliknya. Namun apabila anda ingin melawan trend menempatkan stop loss secara close point akan jauh lebih aman. Close point yaitu ketika harga bergerak menembus level resistance. Anda dapat menempatkan stop loss beberapa point/pip dibawah garis resistance tadi atau sebaliknya.

Break pertama

Seringkali anda pernah mengalami false break resistance atau support lebih dari sekali. Biasanya hal ini terjadi jika harga membuat false break sebelum terjadi false break yang sebenarnya. Ika kejadian break tersebut terjadi untuk pertama kali maka penentuan stop loss akan lebih baik menggunakan close point. Sebaliknya jika break kedua kalinya ada kemungkinan besar bahwa harga akan terus bergerak meleati resistance atau support, meskipun akan mengalami koreksi sementara waktu. Untuk kejadian seperti ini anda bisa menentukan stop loss dengan cara far point

Take profit

Cara menentukan stop loss tergantung dari sistem trading yang dipakai. Jika anda yakin menempatkan level take provit . anda bisa menghitung level stop loss dengan menggunakan risk reward rasio. Untuk risk reward rasio anda bisa menggunakan 1:2 artinya jika ingin profit 50 pips maka batasan resiko kita 25 pips. Dengan risk dan reard seperti itu anda tidak perlu mencari sistem trading yang 90 % cukup akurat tapi mungkin dengan keberhasilan 60 % saja secara total anda masih bisa mendapatkan profit.

Keuntungan menggunakan stop loss diantaranya adalah:

  1. Anda tidak perlu harus selalu berada didepan komputer untuk melakukan penutupan transaksi anda atau close transaksi
  2. Dapat meminimalkan kerugian yang bisa terjadi pada anda
  3. Mendapatkan profit sebesar yang anda inginkan

Nah untuk kapan sebaiknya anda menggunakan stop loss, seperti yang kita tahu jika dalam bisnis trading selalu memiliki resiko yang besar. Sedangkan seperti pengertiannya stop loss berfungsi untuk menghentikan kerugian dan menutup posisi yang sedang rugi. Oleh karena itu ada baiknya setiap kali anda melakukan transaksi trading, sebaiknya anda selalu menggunakan stop loss agar lebih aman. Saat  menggunakan stop loss anda harus memastikan bahwa kondisi market benar-benar bergerak lebih jauh dengan posisi anda.

[ sumber: valasonline ]

Ada istilah kita harus siap menerima kekalahan, itulah SL dalam trading forex.
Share this Article on :

1 comments:

Arjuna Wiwaha said...

Penggunaan stop loss sangatlah peenting bagi trader. Dengan adanya stop loss akan membuat kita bisa meminimalisie resiko dengan baik. oleh karena itulah dalam melakukan trading di octafx saya lebih nyaman menggunakan stop loss sebesar 50 pips saja tergantung modal juga

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex