News Update :

Trader Tekhnikal dan Rahasia Kesuksesanya

Wednesday, September 20, 2017


ib instaforex indonesia

RAHASIA SUKSES TRADER TEKHNIKAL


Dalam pelajaran trading yang disimpulkan dari kisah horor si tuan serakah, telah dipahami bahwa profesi dan latar belakang trader tidak bisa menjadi tolak ukur kesuksesan di dunia trading. Prinsip itu pun berlaku bagi keahlian analisa seorang trader.

Hanya karena analisa teknikal berakar dari perhitungan matematis, bukan berarti setiap ahli matematika bisa selalu menjadi trader teknikal terbaik. Kenyataannya, mereka yang menganut analisa teknikal datang dari beragam latar belakang, dengan pola kebiasaan dan gaya trading yang tak kalah bervariasinya. Ada yang berkali-kali membuka posisi dalam sehari, tapi ada pula yang tak membuka posisi apapun meski sudah memantau chart selama berjam-jam.

Apapun gaya para trader teknikal sukses, ternyata ada 10 rahasia sukses trader teknikal yang selalu mereka terapkan. Kesepuluh kiat itu dirangkum dalam edisi kedua "Technical Analysis for Dummies", buku karangan Barbara Rockefeller. Apa sajakah rahasia sukses trader yang diungkapkan dalam buku tersebut?

1. Abaikan Kata Orang, Fokus Hanya Pada Chart


Esensi analisa teknikal adalah menggunakan pengamatan harga di chart sebagai basis pengambilan keputusan buy atau sell. Sebagai teknikalis sejati, Anda tak perlu pusing-pusing memikirkan apa kata para ahli tentang peluang di chart Anda. Bagaimanapun juga, grafik trading harusnya diatur sesuai setup teknikal Anda sendiri, sehingga tak ada gunanya memperhatikan opini orang lain yang setup chart-nya tidak sama dengan kepunyaan Anda.

Lebih dari sekedar mengabaikan simpang siur analisa dari orang lain, trader teknikal juga tidak banyak memperhitungkan pengaruh dari faktor fundamental. "Chart harga sudah mengandung semua informasi yang perlu digunakan seorang trader teknikal. Event besar berdampak tinggi biasanya mengalahkan teknikal dalam kurun waktu beberapa hari atau minggu. Bagi trader teknikal, cara terbaik menghadapi momen seperti itu adalah exit dan tunggu," ungkap Barbara Rockefeller.

2. Berteman Dengan Trend


Perlu dipahami, definisi trend bagi setiap trader bisa berbeda-beda. Menurut Barbara, ada trader yang mengidentifikasi sebuah trend dari pergerakan 6 candlestick di time frame 10 menit, ada pula trader yang baru mengkonfirmasi trend dari pergerakan ratusan candlestick di time frame mingguan.

Apapun cara Anda mengenali trend, tanamkan pemahaman bahwa trend bukanlah sesuatu yang patut dimusuhi. Trader teknikal bertindak sesuai apa yang didapatkan dari analisa chart, bukan berdasarkan prediksi yang belum ada basisnya. Apabila trend harga masih terus menguat, trader teknikal tak akan gegabah melawan trend. Inilah rahasia sukses trader yang sebenarnya sudah menjadi pengetahuan umum, tapi jarang direalisasikan, karena banyak trader terlalu fokus pada peluang reversal yang kadang terlalu "dipaksakan".

3. Tak Ragu Menutup Posisi

Pernahkah Anda mendengar istilah "buy and hold"? Di zaman dulu, teknik beli dan tahan mungkin difavoritkan karena dianggap bisa memaksimalkan keuntungan trading. Tapi di masa sekarang, cara seperti itu kurang realistis diterapkan, terutama bagi trader jangka pendek atau mereka yang bemodal cekak.

Kenyataannya, terus-menerus membiarkan posisi ter-floating tanpa rencana exit yang jelas sangatlah tidak disarankan dalam trading forex. Selain membutuhkan upaya maksimum karena Anda perlu siaga memantau chart, teknik seperti itu kurang terintegrasi dengan sistem manajemen risiko.

Dalam hal ini, rahasia sukses trader teknikal terletak pada kesiapan mereka untuk menutup posisi trading, baik yang sudah profit maupun loss. Prinsipnya, jika sudah profit sesuai target maka jangan ragu untuk close, dan apabila loss sudah mencapai batas toleransi risiko, maka segeralah tutup posisi.

4. Bertanggung Jawab Terhadap Trading Sendiri

"Dalam pengambilan posisi trading yang benar, tidak ada yang namanya hasil tak terencana atau sekedar keberuntungan," ujar Barbara Rockefeller. Menurutnya, setiap trader teknikal haruslah sudah merencanakan semuanya di awal dan dapat mempertanggungjawabkan setiap perolehan trading, entah itu loss ataupun profit. Dengan cara itulah trader dapat dikatakan telah berhasil menerapkan kedisiplinan.

Jika trader tak dapat bertanggung jawab, itu artinya ia tidak trading berdasarkan rencana trading yang disusunnya sendiri. Apakah itu disebabkan oleh dorongan emosi trading, atau justru dikarenakan mengikuti saran orang lain, gagal konsisten terhadap trading plan sendiri akan berakibat fatal pada masa depan seorang trader.

Bagi trader teknikal yang cenderung berpikiran sistematis, seharusnya tidaklah sulit untuk senantiasa menerapkan trading plan. Namun kadang kala, faktor emosi masih sering mendominasi mereka yang masih awam. Dalam hal ini, rahasia sukses trader untuk mengantisipasi hal itu adalah, berprinsip pada ide yang senada dengan ucapan Barbara Rockefeller di awal bab ini.

5. Menghindari Euforia Dan Rasa Putus Asa

Kiat ini merupakan salah satu tips ampuh memberantas rasa ingin mangkir dari trading plan. Mengapa? Karena emosi trading yang merusak kedisiplinan seringkali disebabkan oleh euforia ketika mendapat profit beruntun, atau perasaan putus asa setelah sering loss.

Sebagai trader teknikal, Anda tak semestinya membiarkan emosi-emosi tersebut mengubah cara trading yang sudah direncanakan sedari awal. Sebanyak apapun keuntungan yang didapat dari profit beruntun, atau sebesar apapun kerugian yang diderita akibat loss, jangan terpancing "memperbaikinya" dengan mengubah cara trading sesuka hati. Jika memang perlu diadakan perbaikan, maka lakukan setelah melalui proses evaluasi trading yang rasional.

6. Tidak Terobsesi Membuktikan Diri

Membuktikan kebenaran analisa sudah menjadi penyakit umum di kalangan trader. Jika ingin sukses dan bertahan lama di dunia trading, hindari penyakit itu sebisa mungkin. Kekurangan ini mendorong seorang trader untuk menyangkal sifat alamiahnya sebagai manusia; bahwa setiap orang pasti pernah salah.

Alhasil, ia akan sulit menerima kerugian karena menganggap analisanya selalu benar. Ketika posisinya sudah merugi, trader tersebut akan bersikeras untuk mempertahankan tradingnya, dengan alasan harga sebentar lagi akan berbalik. Jika sudah seperti itu, ia sudah lupa bahwa memprediksi pergerakan harga tak bisa sekedar bermodalkan "harapan". Oleh karena itu, rahasia sukses trader dalam hal ini masih berkaitan dengan psikologi trading. Tanggalkan ego jika ingin berhasil menjadi trader, sebab untuk profit tidak harus selalu benar.

7. Bisa Mempertahankan Konsistensi


Menjadi trader teknikal yang sukses tak hanya berfokus pada kemampuan melakukan analisa, tapi juga mengenali arti penting pengelolaan risiko. Untuk apa bisa membuktikan kebenaran analisa jika tak bisa profit secara konsisten? Kualitas seperti itu hanya diperlukan oleh analis, bukan seorang trader.

Menurut Barbara Rockefeller, ada 3 alasan mengapa trader teknikal gagal mempertahankan konsistensi keuntungan, di antaranya adalah:

    Tidak pernah menggunakan stop loss.
    Sering menggeser stop loss berdasarkan sinyal indikator yang belum di-backtest.
    Terlalu percaya diri dan menganggap market akan bergerak sesuai perkiraan sendiri.

Jadi apabila Anda ingin meningkatkan konsistensi trading, menghindari 3 tindakan di atas bisa menjadi permulaan yang baik.

8. Memahami Kaidah Backtest Indikator

Hanya karena suatu indikator berfungsi dengan baik pada data historis, bukan berarti tool tersebut akan selalu menyajikan hasil serupa di masa depan. Barbara menekankan bahwa seorang trader teknikal yang baik selalu menggunakan persepsi realistis saat melakukan backtest.

Sekalipun hasil backtest Anda mengatakan jika indikator tersebut bisa membawa presentase profit 80%, jangan terlalu berpatokan pada angka tersebut, karena perhitungan itu hanya didasarkan pada harga di masa lalu. Para trader teknikal profesional mengukur keberhasilan sistem bukan dari kesesuaiannya terhadap hasil backtest, tapi pada tingkat profitabilitas secara keseluruhan. Jika rasio profit-loss akhirnya masih melebihi 1:1, maka kinerja suatu indikator belum layak dikatakan gagal.

9. Realistis Dalam Menentukan Position Sizing

Rahasia sukses trader yang satu ini berpedoman pada apa yang ada di chart, sesuai prinsip teknikalis pada umumnya. Manfaat menggunakan indikator dalam analisa teknikal bisa digunakan untuk mengukur peluang keberhasilan, sehingga dari sini trader dapat menyesuaikan position sizing-nya secara ideal

Katakanlah Anda berencana entry trading dengan stochastic dan konfirmasi price action. Apabila sinyal hanya muncul dari stochastic, tentu Anda akan ragu untuk mengambil posisi besar. Sementara jika sinyal stochastic turut dikonfirmasi oleh price action, maka hal itu akan semakin meningkatkan peluang keberhasilan, sehingga dapat menjadi landasan Anda untuk memperbesar ukuran trading.

10. Melakukan Diversifikasi


Rahasia sukses trader yang satu ini bertujuan untuk mengurangi risiko dan memiliki 2 artian, yaitu:

    Diversifikasi indikator: "Anda dapat meningkatkan probabilitas trading dengan menggunakan konfirmasi indikator-indikator dari jenis yang berlainan (misalnya: indikator trend dengan oscillator, support resistance dengan price action, dsb.). Sebaliknya, Anda tak akan mendapat probabilitas meyakinkan jika berkonsultasi pada 2 indikator dari golongan yang sama," kata Barbara Rockefeller.

    Trader wanita yang gemar bermain dengan bar dan candlestick ini menggunakan indikator Momentum dan RSI sebagai contoh. Menurutnya, jika kedua indikator itu digunakan bersamaan, tak ada informasi tambahan yang diperoleh trader. "Perluas cakrawala Anda dengan mencari konsep indikator lain, daripada memaksa indikator-indikator itu untuk memberikan parameter yang Anda inginkan," imbuhnya.

    Diversifikasi aset: Sebagai trader forex, Anda dapat mulai dengan bertrading pada pair-pair yang berbeda. Ilmu korelasi pair bisa dimanfaatkan untuk mencari pasangan mata uang mana saja yang berpotensi dalam strategi diversifikasi Anda.


Kiat Menerapkan Rahasia Sukses Trader Teknikal

Secara keseluruhan, berbagai tips di atas meruncing pada suatu kesimpulan, di mana pemahaman terhadap hal-hal di luar perhitungan teknikal menjadi intinya. Jadi persoalan menjadi trader teknikal sukses tak hanya berfokus pada indikator mana yang digunakan, tapi juga pengelolaan emosi dan risiko yang baik. [ sumber ]


Seorang trader memang wajib mengetahui Tekhnikal di forex untuk menentukan kapan Open Posisi BUY atau SELL yang tepat. Yang kemudian dipadukan dengan Money Management yang baik serta Mindset atau Psycology yang bagus.


Salam profit dan sukses selalu, www.suprafx.com
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex