News Update :

Strategi Trading – Banyak Jalan Menuju Profit

Tuesday, July 31, 2018

Setelah Anda melakukan analisis terhadap diri Anda dan memutuskan menjadi trader apakah Anda,setelah Anda belajar pentingnya memiliki probabilistic mindset ketika trading karena trading merupakan permainan peluang,dan setelah Anda mengetahui untuk menghasilkan uang dari market yang Anda butuhkan Adalah sistem trading dengan positive expectancy dan juga Anda telah belajar beberapa tipe-tipe sistem trading dengan positive expectancy,maka tiba saatnya kita belajar lebih dalam mengenai strategi/sistem trading yang akan kita gunakan untuk menghasilkan uang dari pasar.
Terlepas Anda seorang scalper,day trader, swing trader maupun position trader pendekatan/cara Anda untuk menghasilkan uang dari market atau pasar hanya ada 2 yaitu:
1.Trading with the trend / Trend Following
2.Trading against the trend / Reversal Trading
Dari masing-masing pendekatan tersebut dapat kita tentukan lagi masing-masing strategi/sistem tradingya dengan lebih spesifik.Dan akan kita bahas satu persatu dalam artikel ini.
Are you ready?
Okay. Let’s Rock!
1.Trading with the trend
Sebagai seorang trader mungkin Anda sering mendengar istilah “Trend is Your Friend”. Secara sederhana dapat diartikan bahwa lebih baik jika kita trading mengikuti trend utama yang lebih panjang  karena akan memperbesar peluang kita untuk memperoleh profit. Jika harga sedang uptrend maka kita mencari peluang untuk membeli. Demikian juga jika harga sedang downtrend maka sebaiknya kita menghindar dari pasar dan tidak trading untuk sementara waktu karena peluang untuk berhasil cukup kecil.
Mengetahui trend itu sangat penting karena memberikan petunjuk mengenai kondisi pasar saat itu.Harga umumnya bergerak menurut kecenderungan trend tertentu.
Bisa berupa uptrend (bullish),dimana harga memiliki kecenderungan untuk naik.Atau downtrend (bearish),dimana harga cenderung untuk terus turun.Selain itu harga juga bisa bergerak dalam kisaran sempit yang biasa disebut sideways.
Lantas bagaimana menentukan trend?
Cara yang paling umum untuk mengidentifikasi trend adalah dengan menggunakan indicator Moving Average.Untuk mengetahui trend besar biasanya menggunakan MA 200 (rata-rata pergerakan harga selama setahun terakhir).Jika harga berada diatas garis MA 200 maka dapat diambil kesimpulan bahwa harga sedang uptrend begitu juga jika harga dibawah garis MA 200 maka harga sedang dalam masa downtrend.
Cara lain untuk menentukan sebuah trend adalah berdasarkan Market Structure. Sebuah Uptrend terdiri dari beberapa Higher Highs dan Higher Lows sementara untuk Downtrend terdiri dari beberapa Lower Highs dan Lower Lows.
Ada dua teknik untuk menerapkan konsep Trading with The Trend yang keduanya sama-sama bisa menghasilkan profit dari pasar jika dilakukan dengan benar yaitu:
  1. Trading Breakout
Breakout adalah kondisi dimana harga berhasil menembus area resistance dan harga melanjutkan penguatan.
Jika Anda memutuskan untuk menggunakan strategi Trading Breakout,maka Anda dapat menggunakan Chart Patterns dan Candlestick Patterns untuk membuat sistem trading dengan lebih spesifik untuk menentukan kapan akan entry,posisi stop loss dan letak profit target.
Keunggulan Trading Breakout adalah:
  • Anda trading bersama momentum harga
  • Sebelum harga terbang,Anda dapat “menangkap” pergerakan harga dan Anda tidak ketinggalan trend
Kelemahan Trading Breakout adalah:
  • Anda akan sering mengalami yang namanya “false breakout” atau breakout palsu seolah-olah breakout padahal hanya “jebakan” saja
  • Menggunakan jarak stop loss yang cukup lebar
Chart Patterns yang dapat digunakan untuk Trading Breakout adalah chart patterns dengan pola berkelanjutan seperti: Pola Triangle (Ascending dan Symmetrical), Pola Pennant, Pola Flag, serta Pola Cup and Handle.
Sementara Candlestick Patterns dapat digunakan sebagai konfirmasi untuk entry.
Contoh sistem Trading Breakout dengan Flag Pattern:
  • Tentukan setup Flag Pattern.
  • Entry ketika ada konfirmasi berupa bull candlestick: One White Soldier
  • Menempatkan Stop Loss berada agak jauh dari titik entry agar tidak mudah tersentuh.
  • Membuat Target Profit minimal 2 kali jarak stop loss sehingga Risk to Reward Ratio menjadi 1:2.
Tampilan entry:

Tampilan exit:

Pola Flag di atas berhasil mencapai target profit. Apakah pasti akan selalu profit? Tentu saja tidak. Hanya saja jika menggunakan pola-pola berkelanjutan seperti contoh Flag Pattern di atas,peluang berhasilnya lebih besar.
  1. Trading Pullback / Retracement / Re-test
Pullback adalah kondisi dimana harga bergerak sementara melawan trend besar yang sedang terjadi. Pada saat uptrend maka pullback berarti harga mengalami penurunan sementara (koreksi) sebelum melanjutkan penguatan. Pada saat downtrend maka pullback berarti harga mengalami kenaikan sementara (rebound) sebelum melanjutkan penurunan.
Jika Anda memilih untuk menggunakan strategi Trading Pullback saat uptrend maka Anda akan memanfaatkan penurunan harga sementara untuk entry sebelum akhirnya harga melanjutkan penguatan. Untuk membuat sistem tradingnya (menentukan kapan entry dan exit) Anda dapat menggunakan indikator teknikal analisis atau bisa juga menggunakan area support dan resistance.
Keunggulan Trading Pullback adalah:
  • Lokasi entry yang cukup baik karena Anda masuk ketika harga sedang “istirahat” sebentar sebelum melanjutkan kenaikan. Harga saham tidak naik secara linear,tetapi mengalami fase naik dan turun.
  • Menggunakan jarak stop loss yang tidak terlalu lebar
Kelemahan Trading Pullback adalah:
  • Kemungkinan Anda akan “ketinggalan kereta”. Karena bisa saja harga naik terus dengan momentum yang kuat tanpa mengalami penurunan. Dan ketika Anda tetap menunggu,ternyata harga tak kunjung turun.
  • Trading melawan momentum. Artinya Anda entry ketika harga sedang mengalami “koreksi”,bisa saja koreksi yang terjadi merupakan bagian dari reversal trend.
Contoh sistem Trading Pullback dengan indikator Moving Average:
  • Harga harus berada di atas MA 50
  • Harga sedang mengalami koreksi dan memantul di MA 50
  • Entry ketika ada konfirmasi berupa bullish candlestick.
  • Menempatkan Stop Loss berada di bawah garis MA 50
  • Membuat Target Profit minimal 2 kali jarak stop loss sehingga Risk to Reward Ratio menjadi 1:2
Tampilan entry:

Tampilan exit:

Trading Pullback menggunakan indikator Moving Average juga mampu menghasilkan profit seperti contoh di atas.
2.Trading against the trend
Sebelum saya lanjut,saya ingin menekankan bahwa cara paling aman untuk trading adalah mengikuti trend (trade with the trend). Tetapi saya juga menyadari bahwa ada orang-orang yang tidak ingin melihat chart apa adanya. Akan selalu ada orang-orang yang jika melihat suatu chart memiliki pandangan lain dan “jauh ke depan sana”.
Jika sedang uptrend para trader ini akan selalu beranggapan bahwa pasar sudah mencapai puncaknya dan sebentar lagi akan terjadi crash.
Jika sedang downtrend para trader ini akan selalu beranggapan bahwa  pasar sudah mencapai dasar dan sebentar lagi akan pulih.
Banyak sekali trader yang berlomba-lomba untuk mampu menebak titik puncak atau titik dasar suatu trend (turning point). Tujuannya tidak lain tidak bukan biar diakui sebagai trader “handal” yang memiliki prediksi akurat.
Tapi buat apa membuang-buang waktu untuk menerk-nerka sesuatu yang tidak pasti? Untuk memberikan makan ego harus merasa selalu benar? Pekerjaan sia-sia.
Jika harga saat ini sedang uptrend maka lihatlah peluang untuk membeli.
Jika harga saat ini sedang downtrend maka lihatlah peluang untuk menjual.
Strategi trading against the trend yang ingin saya bagikan kepada Anda inipun tidak bertujuan untuk menentukan titik puncak atau titik dasar suatu trend agar Anda memperoleh keuntungan yang sangat maksimal.
Reversal trading yang saya maksud disini adalah menangkap harga di awal terbentuknya sebuah trend. Jadi kita tidak persis membeli saat dasar suatu trend dan juga tidak menjual pas saat dipuncak sebuah trend. Sekalipun kita menggunakan strategi reversal trading,kita tetap masuk “agak telat”.
Reversal trading dapat dilakukan dengan bantuan indikator maupun dengan chart pattern. Jika ingin menggunakan indikator teknikal analisis maka kita dapat menggunakan indikator MA dengan cara crossover system (perpotongan 2 buah garis MA).
Jika menggunakan chart patterns,kita dapat menggunakan reversal chart patterns yang sangat populer seperti Pola Head and shoulders,Pola Inverted Head and Shoulders,Pola Double Top dan Pola Double Bottom,Pola Triple Top dan Pola Triple Bottom.
Contoh sistem Reversal Trading dengan indikator Moving Average:
  • Entry ketika EMA 10 memotong EMA 50 ke atas (terjadi golden cross) dan ada konfirmasi dengan terbentuknya berupa bullish candlestick.
  • Exit Loss: Stop Loss diletakkan berada di bawah garis EMA 50
  • Membuat Target Profit minimal 2 kali jarak stop loss sehingga Risk to Reward Ratio menjadi 1:2
  • Exit Profit ketika EMA 10 memotong EMA 50 ke bawah (terjadi death cross) dan ada konfirmasi dengan terbentuknya berupa bearish candlestick.
Tampilan entry akan seperti ini (EMA 10 garis berwarna hitam dan EMA 50 garis berwarna biru):

Tampilan exit:

Contoh di atas menunjukkan bahwa strategi reversal trading dengan menggunakan indikator Moving Average (contoh diatas menggunakan Exponential Moving Average/EMA) juga mampu menghasilkan profit.
Tidak Ada Strategi Trading Terbaik
Lantas pendekatan manakah yang terbaik untuk menghasilkan uang dari pasar? Apakah strategi trading with the trend atau strategi trading against the trend? Manakah yang lebih baik strategi trading breakout atau strategi trading pullback?
Jawabannya TIDAK ADA.
Strategi trading yang satu tidak lebih baik dari strategi trading yang lain.
Yang harus Anda temukan adalah strategi mana yang paling cocok dengan kepribadian dan keyakinan Anda tentang pasar.
Setiap trader memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat ke mana market akan bergerak selanjutnya.Dari cara pandang tersebutlah kemudian masing-masing trader menciptakan strategi tradingnya sendiri untuk mendulang profit dari pasar.
Jika Anda masih bingung strategi apa yang paling cocok dengan kepribadian Anda,saya akan memberikan sedikit panduan untuk memudahkan Anda menentukan strategi trading mana yang akan Anda gunakan nantinya.
Coba perhatikan Index S&P 500 di bawah ini.

Setelah Anda melihat chart tersebut,menurut Anda kemanakah harga akan bergerak selanjutnya?
A.Harga akan terus bergerak naik seperti pada contoh ini

B.Harga akan mengalami koreksi sementara sebelum bergerak naik

C.Harga sudah berada dipuncak dan akan segera berbalik arah

Yang manakah Anda?
Jika Anda menjawab A maka kemungkinan Anda adalah tipe breakout trader. Karena Anda cukup optimis harga akan tetap melanjutkan penguatan. Maka sebaiknya Anda membuat  sistem trading breakout yang spesifik menggunakan chart patterns atau indikator analisis teknikal untuk menentukan kapan akan masuk,kapan akan keluar jika rugi,kapan keluar jika untung.
Jika Anda menjawab B maka kemungkinan Anda adalah tipe pullback trader. Anda cukup optimis harga akan tetap naik,tetapi Anda merasa perlu “istirahat” dulu dan mengalami penurunan sementara sebelum melanjutkan penguatan karena Anda percaya bahwa harga tidak bergerak secara linear ke atas tetapi mengalami fase naik turun seperti sebuah anak tangga. Maka sebaiknya Anda membuat  sistem trading pullback yang spesifik menggunakan chart patterns atau indikator analisis teknikal untuk menentukan kapan akan masuk,kapan akan keluar jika rugi,kapan keluar jika untung.
Jika Anda menjawab C maka kemungkinan Anda adalah tipe reversal trader. Anda merasa harga sudah naik terlalu tinggi dan Anda percaya harga akan segera berbalik arah Maka sebagai reversal trader Anda perlu membuat sistem trading reversal yang spesifik menggunakan chart patterns atau indikator analisis teknikal untuk menentukan kapan akan masuk,kapan akan keluar jika rugi,kapan keluar jika untung.
POSITIVE EXPECTANCY
Tidak peduli sistem trading mana yang akan Anda pilih,untuk menghasilkan uang dari pasar. Anda harus mengetahui dengan pasti bahwa sistem trading yang Anda gunakan tersebut terbukti mampu menghasilkan uang dari pasar di masa lalu. Anda harus memiliki PROVEN METHOD! Sistem trading Anda harus memiliki positive expectancy!
ITU HARUS! TIDAK BISA DITAWAR.
Dari mana Anda tahu bahwa sistem trading Anda memiliki positive expectancy dan merupakan proven method?
Itulah pentingnya melakukan pekerjaan rumah Anda dengan melakukan backtesting terhadap sistem trading yang Anda miliki.
Itulah pentingnya kerja keras dalam trading dengan melakukan research dengan mempelajari chart dan menguji data-data di masa lalu untuk mengetahui seberapa besar probabilitas (tingkat akurasi) yang dimiliki oleh sistem trading Anda tersebut.
Anda tidak boleh malas jika ingin berhasil sebagai trader.
KONSISTENSI
Katakanlah Anda sekarang sudah memiliki sistem trading proven method dengan positive expectancy, apakah Anda langsung kaya raya dari trading dengan menggunakan sistem trading tersebut?
Tentu saja tidak!
Trading bukan cara cepat untuk menjadi kaya!
Jika Anda ingin kaya dan memiliki banyak uang dari trading Anda harus konsisten menggunakan sistem trading tersebut dalam jangka panjang.
Konsisten disini artinya Anda tetap menggunakan sistem tersebut bahkan ketika Anda sedang mengalami masa-masa sulit seperti mengalami banyak kerugian beruntun. Anda tetap mampu fokus menggunakannya ketika Anda berada dalam periode drawdowns!
Jika setiap kali mengalami beberapa kerugian beruntun Anda gonta-ganti indikator,gonta-ganti sistem trading itu bukan konsistensi namanya. Jika Anda melakukan hal tersebut berarti Anda sedang terjebak dalam pencarian “Holy Grail” dalam trading.
Nah sekarang,apa kesimpulan yang bisa kita ambil dari artikel ini?
1.Anda cari tahu strategi mana yang cocok dengan kepribadian dan keyakinan Anda tentang pasar. Apakah Anda akan menggunakan strategi trading breakout,strategi trading pullback atau strategi trading reversal?
2.Setelah Anda menemukan mana strategi yang cocok bagi Anda,maka tugas Anda selanjutnya adalah membuat aturan secara sepesifik sistem trading yang akan Anda gunakan nantinya,kapan waktu membeli,kapan waktu menjual jika rugi dan kapan waktu menjual ketika untung.
3.Sistem trading yang telah Anda buat tersebut kemudian Anda backtesting dengan menggunakan chart dan data di masa lalu. Apakah sistem trading yang Anda buat tersebut mampu menghasilkan uang dari pasar atau tidak.
4.Setelah Anda mengetahui sistem trading tersebut memang mampu menghasilkan uang dari pasar di masa lalu,tiba saatnya bagi Anda untuk menjalankan sistem trading tersebut dengan disiplin dan konsisten apapun  yang terjadi pada market ketika kita trading.
Good Luck!
Enjoy the process and have good trading habits! [sumber]
Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 
© Copyright 2014 Blog Suprafx.com | IB Instaforex